Usai Hadiri Pemakaman Istri di Bandung, Ruslan Buton Kembali ke Rutan

oleh -110.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Usai Hadiri Pemakaman Istri di Bandung, Ruslan Buton Kembali ke Rutan.

Terdakwa kasus ujaran kebencian, Ruslan Buton, kembali ke Rutan Bareskrim. Ruslan sebelumnya diberikan izin untuk menghadiri pemakaman istrinya yang meninggal dunia di Bandung.

REALITAS TV

“Setelah diberikan cuti selama 4 hari (Jumat sampai dengan Senin) oleh Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Selatan guna menghadiri pemakaman istrinya Alm Erna, maka jam 17.30 berangkat dari Pasar Kulon Pandegelang menuju Rutan Bareskrim,” ujar Pengacara Ruslan, Tonin Tachta dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2020).

Ruslan disebut kembali ke Rutan dengan dikawal tiga anggota kepolisian, serta diampingi oleh JPU dan tim pengacara. Ruslan tiba di Rutan pada pukul 19.30 WIB.

BACA JUGA :   Polda Aceh Kirim Tim Asistensi ke Pos Penyekatan Mudik Aceh Tamiang- Sumut

“Bersama dengan JPU Rauf SH, Sigit SH dan TIM PH yang terdiri dari advokat Ananta Rangkugo SH, Julianta Sembiring SH dan Nikson siahaan SH, yang dikawal oleh 3 anggota Kepolisian. Sekitar pukul 19.30 Ruslan Buton diantar dan masuk ke Rutan, dengan menggunakan seragam Panglima Eks Trimatra yang masih dalam keadaan berduka cita,” ujar Tonin.

BACA JUGA :   Arab Saudi Hapus Karantina Wajib bagi Pengunjung Asing Penerima Vaksin

Terkait proses persidangan Ruslan, Tonin menyebut sidang lanjutan akan dilakukan pada 1 Oktober 2020. Nantinya sidang lanjutan ini diagendakan dengan mendengarkan keterangan saksi.

“Ruslan Buton akan melanjutkan persidangan berikutnya hari kamis tanggal 1 Oktober 2020 mulai pukul 10.00 WIB, guna pemeriksaan Saksi Husin Sihab dan Muanas Alaidid serta satu saksi satu anggota WAGroup APIB Riyanto Umar,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, istri terdakwa kasus ujaran kebencian, Ruslan Buton, meninggal dunia. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) lantas memberikan izin kepada terdakwa kasus ujaran kebencian, Ruslan Buton, untuk menghadiri pemakaman istrinya.

BACA JUGA :   Polri Gagalkan Pembantaian dan Penyelundupan 78 Anjing ke Jawa Tengah

“Iya sudah dibuat penetapannya, demi kemanusiaan,” kata pejabat Humas PN Jaksel, Haruno Patriadi, saat dihubungi, Jumat (25/9/2020).

Izin tersebut tertuang dalam surat penetapan majelis hakim nomor 845/Pid.Sus/2020/PN.Jkt.Sel. Isi surat penetapan itu mengabulkan permohonan tim penasihat hukum terdakwa dengan alasan demi kemanusiaan.(Dtc/Red)

UPDATE CORONA