PAD Kabupaten Bogor Turun, Defisit Kurang Lebih Rp 600 Miliar. Penyebabnya!

oleh -90.489 views

IDUL FITRI

IDUL FITRI

Bogor I Realitas – PAD Kabupaten Bogor Turun, Defisit Kurang Lebih Rp 600 Miliar. Penyebabnya!.

Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bogor terpaksa harus melakukan pergeseran rencana APBD Perubahan (APBD-P). Pasalnya, anggaran Pemkab Bogor mengalami defisit disertai penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengakui, defisit tersebut sudah diprediksi sejak awal pandemi menyerang. Tak hanya lingkup kabupaten, lantaran tingkat nasional pun mengalami hal yang sama.

IDUL FITRI

Baca Juga : Tidak bertahan lama, Bangunan Serbaguna di Pasir Mulya Ambruk.

“Kami ada defisit kurang lebih Rp600 miliar dari PAD, itu dijumlah provinsi dan pusat hampir Rp900 miliar menjadikan (APBD) Perubahan ini ada defisit.

BACA JUGA :   Danlat: Latihan Harus Dilakukan Sungguh-Sungguh Agar Hasilnya Optimal

Akumulasinya dampak dari Januari hingga Maret,” terangnya, usai rapat paripurna di DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (17/09/2020 )

Ia menambahkan, defisit tersebut sudah menjadi pembahasan di waktu sebelumnya. Berbagai jenis kegiatan telah ditunda untuk dialihkan menangani Covid-19.

Ia menyontohkan, rencana anggaran Piala Dunia yang cukup besar digeser untuk fokus penanganan bencana wabah.

Menurut dia, defisit itu tak dipengaruhi oleh belanja. Apalagi tak ada pula belanja yang membengkak. Pasalnya, arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta agar 50 persen belanja modal digeser ke belanja pengadaan atau penanganan Covid-19.

BACA JUGA :   Kapolres Sergai Akan Bedah Rumah Koban Angin Puting Beliung,Ibu Arbaiyah Menangis Terharu

“Karena ada ancaman sanksi pemotongan 30 persen Dana Alokasi Umum (DAU) kalau tidak melakukan refocussing. Nah, makanya kita belanja modal di PUPR, Disdik, dan yang lainnya harus digeser,” tutur politikus asal Gerindra

Sejauh ini, serapan anggaran pemkab Bogor juga terbilang rendah. Hingga September, Iwan menyebutkan angka 40 persen. Tak pelak,mereka sempat mendapatkan teguran dari pemerintah pusat.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto merespon positif gambaran umum KUA-PPAS yang disampaikan pemkab Bogor.

BACA JUGA :   Babinsa Wonosegoro Monitoring 9 Warganya Yang Swap Test

Fokus utama memang perlu dilakukan untuk pemulihan ekonomi. Meski begitu, realisasi di lapangan harus benar-benar diterapkan.

“Ini kan yang disampaikan masih gambaran umum. Rancangan ini nanti akan disampaikan ke pemprov Jabar.

Pemerintah Daerah juga belum menyerahkan secara detail penggunaan anggaran di masing-masing SKPD. Jadi kita akan membahasnya bersama.

Kalau nanti tidak sesuai dengan semangat pemulihan ekonomi dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat, pasti akan minta diubah dan disesuaikan,” pungkasnya. (Deddy Karim)