Kasus Bertambah, Rsud Kota Bogor Dan Rsud Kabupaten Bogor, Malah Kekurangan Tenaga Kesehatan

oleh -139.489 views

IDUL FITRI

IDUL FITRI

Bogor I Realitas – Kasus Bertambah, Rsud Kota Bogor Dan Rsud Kabupaten Bogor, Malah Kekurangan Tenaga Kesehatan.

Kasus Covid-19 di Kota Bogor terus bertambah. Kondisi tersebut tidak diikuti dengan jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang ideal.

Itulah yang sedang dihadapi RSUD Kota Bogor. Terbatasnya tenaga medis membuat mereka menggunakan sistem shift untuk merawat pasien.

IDUL FITRI

“Agar tidak terlalu lelah, maka dibuat shifting. Kami pun sedang mengajukan penambahan tenaga kesehatan ke provinsi,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Kota Bogor, Andy Aprianto. (16/09/2020)

Adapun untuk ketersediaan tempat tidur pasien di rumah sakit masih dalam batas aman. RSUD Kota Bogor menyiapkan 130 tempat tidur.

BACA JUGA :   Menteri Kelautan Dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap Oleh KPK, Ini Kronologi Penangkapannya

Sebanyak 16 ranjang khusus untuk ibu dan anak. Sedangkan 114 lainnya untuk dewasa. Dari 114 tempat tidur, 91 diperuntukan untuk pasien Covid-19.

“Untuk keterisian tempa tidur yang terisi ada 78. Masih ada 12 yang masih kosong. Tapi, jumlah ini fluktuatif,” Aprianto mengatakan kepada media Realitas.

Dia menjelaskan dari 78 pasien yang dirawat, 46 merupakan pasien positif asal Kota Bogor, 12 dari Kabupaten Bogor dan 8 orang dari luar Bogor. Sementara 12 pasien lainnya merupakan pasien yang berstatus dalam pengawasan

Jika ke depan terjadi lonjakan pasien, manajemen RSUD Kota Bogor kata dia, sudah melakukan antisipasi. Yakni dengan memberdayakan ruangan yang bisa dipakai untuk dijadikan ruang isolasi.

BACA JUGA :   Satgas Pamtas Yonif 642 Jalankan Protokol Kesehatan Terhadap PMI

“Namun, kami juga harus menyiapkan tenaga kesehatan. Seperti dokter paru, idealnya ada 5, tetapi kami baru punya 2. Sehingga kami meminta bantuan dokter penyakit dalam 3 orang,” kata Aprianto

Kekurangan tenaga kesehatan (nakes) tak hanya terjadi di Kota Bogor, Kabupaten Bogor juga demikian. Bupati Bogor Ade Yasin sebelumnya menyebutkan beberapa kendala dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Bumi Tegar Beriman.

Salah satunya adalah minimnya tenaga medis. Dia menjelaskan di Kabupaten Bogor jumlah dokter hanya 2.238 yang terdiri atas 823 dokter umum, 345 dokter spesialis, dan 139 dokter gigi. Sementara itu, dokter paru jauh lebih sedikit lagi.

BACA JUGA :   KPK Tangkap Dan Tahan Tersangka Dugaan TPK Berupa Penerimaan Hadiah Atau Janji Oleh Penyelenggara Negara

Jika jumlah dokter tersebut dibandingkan dengan jumlah masyarakat Kabupaten Bogor yang mencapai 5,9 juta jiwa, diasumsikan satu dokter harus menangani sekitar 2.500 orang.

”Masalah semakin pelik karena persebaran dokter, perawat, Puskesmas dan tempat tidur di rumah sakit juga tidak merata. Peralatan mereka juga terbatas sehingga amat rentan terserang virus mematikan itu,” papar Ade.

Namun, dia mengaku terus memperjuangkan pergerakan masyarakat saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) demi menekan angka penyebaran Covid-19, terlebih pergerakan masyarakat dari DKI Jakarta maupun sebaliknya. (Deddy Karim)