IGD RSUD Langsa Tutup, 11 Tenaga Medis Positif Covid-19

oleh -98.489 views

IDUL FITRI

IDUL FITRI

Langsa I Realitas – IGD RSUD Langsa Tutup, 11 Tenaga Medis Positif Covid-19.

Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa dinyatakan ditutup sementara oleh pihak managen menyusul 11 tenaga medis yang terdiri dari empat dokter.

Lima perawat dan dua petugas penunjang, dilaporkan positif covid-19 sesuai hasil swab dari Laboratorium Kesehatan Unsyiah Banda Aceh.

IDUL FITRI

Direktur RSUD Langsa, dr Fardhyani, Rabu (16/09/2020) tadi malam yang dikonfirmasi menegaskan bahwa untuk 10 hari kedepan IGD RSUD Langsa ditutup.

“Mulai tanggal 16 September hingga 26 September 2020 IGD RSUD Langsa kita tutup sementara karena ada 11 tenaga medis terkonfirmasi positif Covid 19,” kata dr Fardhyani.

Menurutnya sebanyak 11 tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar dan positif covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG) sudah dilakukan isolasi mandiri, Rabu (16/09/2020).

“Sebanyak 11 nakes RSUD Langsa yang terpapar dan kini positif wabah corona ini dirincikan Direktur, yaitu empat dokter, lima perawat, dan dua petugas penunjang,” jelasnya.

Mereka terpapar diduga kuat akibat kontak dengan pasien positif covid-19 yang dirawat di RSUD Langsa ini, karena pasien dimaksud tidak jujur ada kontak sebelumnya dengan orang yang positif Covid-19.

Namun, yang mengkhawatirkan saat ini, ke 11 tenaga kesehatan positif covid-19 tersebut juga sudah kontak erat dengan 300 tenaga kesehatan lainnya di RSUD Langsa.

Selain itu, tenaga kesehatan rumah sakit ini juga terkontak erat dengan pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Langsa tersebut.

“Karena, saat ini 11 nakes terkonfirmasi positif, tapi sudah kontak erat dengan petugas lainnya sebanyak 300 orang lebih yang juga kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi,” ujarnya.

BACA JUGA :   Apel Kasatwil Tahun 2020, Kapolri Berikan Arahan Tegas Pada Jajaran

Ditambahkan Fardhyani, masalah terbesar dihadapi pihak RSUD Langsa saat ini adalah kekurangan SDM atau petugas medis.

Karena dengan terpaparnya nakes sedemikian besar ini, secara tidak langsung RSUD Langsa hampir boleh dikatakan sudah menjadi kluster baru transmisi Covid-19.

Menurutnya, ada satu alternatif lain yaitu Pemko Langsa melakukan MoU dengan pihak Labkes Unsyiah agar minimal memberikan 1.000 kuota swab cepat.

Supaya pihaknya dapat kepastian lebih cepat, apakah nakes RSUD Langsa yang akan di-swab, apakah positif atau negatif dari hasil swab PCR tersebut.

 

Sehingga, tambah Fardhyani, masalah terbesar dihadapi pihak RSUD Langsa saat ini adalah kekurangan SDM atau petugas medis.

Karena dengan terpaparnya nakes sedemikian besar ini, secara tidak langsung RSUD Langsa hampir boleh dikatakan sudah menjadi kluster baru transmisi Covid-19.

BACA JUGA :   Kamboja Mulai Sidangkan Ratusan Aktivis Oposisi

Menurutnya, ada satu alternatif lain yaitu Pemko Langsa melakukan MoU dengan pihak Labkes Unsyiah agar minimal memberikan 1.000 kuota swab cepat.

Supaya pihaknya dapat kepastian lebih cepat, apakah nakes RSUD Langsa yang akan di-swab, apakah positif atau negatif dari hasil swab PCR tersebut.

Terpisah Juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19 Kota Langsa, Yanis Prianto, merincikan data tentang Covid 19 yakni Self Monitoring 2 orang, Kontak erat rapid non reaktif dipantau 145 Orang, kontak erat rapid reaktif dipantau 28 Orang PDP/Suspect 29 Orang, Covid 19 Lab Negatif 0, Covid 19 Lab Positif 14 Orang Pasien Positif Sembuh 23 Orang dan dirujuk 0.

“Kita minta semua warga dapat terus mematuhi prokes, jaga jarak, gunakan masker dan jaga pola hidup sehat,” pinta Yanis. (Crp)