Fakta-fakta Kasus Anak Dibunuh Ortu Gegara Susah Belajar Online

oleh -140.489 views

IDUL FITRI

IDUL FITRI

Lebak I Realitas – Fakta-fakta Kasus Anak Dibunuh Ortu Gegara Susah Belajar Online.

Suami-istri, IS (27) dan LH (26), nekat membunuh anak perempuannya yang berusia delapan tahun. Urusan sepele berujung petaka. Kepada polisi, pelaku murka karena anaknya susah belajaronline.

Di tengah pandemi Corona, korban yang duduk di kelas 1 SD itu tengah mengikuti pembelajaran jarak jauh. Entah apa yang merasuki suami-istri bengis tersebut, anaknya disiksa yang berujung nyawa melayang.

IDUL FITRI

Berikut fakta-fakta kasus tersebut:

1. Korban Dianiaya Saat Belajar Online

Kasat Reskrim Polres Lebak AKP David Adhi Kusuma menjelaskan peristiwa penganiayaan itu terjadi pada 26 Agustus 2020. Lokasinya di sebuah kontrakan yang pelaku dan korban tempati, kawasan Larangan, Kota Tangerang.

“(Dibunuh) lagi belajar daring dengan sekolah. Korban kelas 1 SD,” kata David, Senin (14/9).

Pelaku katanya memukul hingga lebih dari lima kali saat hari yang naas tersebut. Pelaku khususnya ibu dari korban, LH, mengaku kesal karena si anak susah diajak belajar.

“Dicubit bagian paha. Selanjutnya sambil mukul bagian paha terus si anak ini dipukul juga menggunakan gagang sapu. Dari kayu sebanyak lebih dari 5 kali. Setelah anak ini terjatuh dia bangunkan kembali. Dia berdirikan setelah dilihat kok kami main-main, kok lemas sekali. Dia dorong sehingga terbentur ke lantai,” ujar David.

BACA JUGA :   PapaZidan Kembali Viral ! Meniru Foto Gaya Anfies Baswedan

“Jadi mereka, khususnya ibunya LH ini kepada almarhum ini anak kandung sendiri dia merasa kesal. Merasa anak susah diajarkan, sudah dikasih tahu diajarkan, dia kesal gelap mata,” kata David menambahkan.

2. Korban Sering Dianiaya

Dari hasil pemeriksaan, polisi juga mengetahui bahwa orang tua tersebut sering melakukan penganiayaan. Penganiayaan khususnya ke korban anak yang meninggal ini. Korban sendiri memiliki adik kembar.

BACA JUGA :   Operasi Lilin 2020, Polri Akan Bagikan 5.000 Ton Beras Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

“Betul sering dianiaya. Kami dapati dari dikomen file di hp-nya pelaku. Bahwa memang korban ini ada beberapa foto mengalami lebam di bagian mata dan bibir,” kata David.

Berdasarkan pengakuan LH, kata David, korban masih hidup usai menerima sejumlah penganiayaan. Pelaku juga sempat akan membawa korban ke rumah sakit namun di perjalanan ternyata meninggal dunia.

Usai membunuh dan menguburkan anaknya di Kecamatan Cijaku, Lebak, mereka kemudian pindah kontrakan ke Jakarta Selatan.(Dtc/Red)