Dunia Berduka, Emir Kuwait Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, Meninggal Dunia Dalam Usia 91 Tahun

oleh -198.489 views
Emir Kuwait, Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, meninggal dunia dalam usia 91 tahun. Foto/Russia Today

IDUL FITRI

KUWAIT CITY I REALITAS – Kabar duka datang dari Timur Tengah. Emir Kuwait, Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, meninggal dunia dalam usia 91 tahun.

Kabar tersebut dilaporkan langsung stasiun televisi negara Teluk yang kaya akan minyak itu. Sebagai pengganti Sheikh Sabah adalah saudaranya, Putra Mahkota Sheikh Nawaf al-Ahmad al-Sabah.

Stasiun televisi negara Kuwait menghentikan programnya dan memotong ayat-ayat Alquran, yang biasanya dilakukan ketika seorang anggota keluarga kerajaan meninggal, sebelum mengumumkan kematian Emir secara resmi kepada rakyat Kuwait.

UPDATE CORONA

“Dengan kesedihan dan duka yang luar biasa untuk warga Kuwait, dunia Islam dan Arab serta orang-orang dari negara-negara sahabat, Emiri Diwan berduka atas kematian Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, emir Kuwait,” kata kantor Emir saat mengkonfirmasi kematiannya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (29/9/2020).

BACA JUGA..  Presiden Majelis Dakwah RI 1 Curhat Ke Ketum IRSI Bertekad Bayinya Jadi Penghafal Al'Qur'an

Kabar meninggalnya Emir Kuwait ini muncul beberapa jam sebelumnya, tetapi dibantah oleh pemerintah, yang bersikeras bahwa kesehatan sosok yang telah berkuasa selama 14 tahun di Kuwait itu dalam kondisi stabil dan dia mendapatkan perawatan yang sesuai anjuran dokter.

BACA JUGA..  Akun FB Palsu Kembali Serang Camat Darul Hasanah Agara "Akun FB Saya Di Hack

Pada bulan Juni, Emir Kuwait menjalani operasi yang tidak ditentukan dan kemudian pergi ke AS untuk perawatan. Dia juga harus dirawat di rumah sakit tahun lalu setelah menderita apa yang oleh pejabat Kuwait digambarkan sebagai “kemunduran” medis.

BACA JUGA..  Disnaker Kota Pekanbaru Berikan Pelatihan Pengolahan Jagung Kepada Masyarakat Di Kelurahan Sidomulyo Timur

Sheikh Sabah telah memerintah Kuwait sejak 2006, tetapi dia mengarahkan kebijakan luar negeri negara itu selama lebih dari setengah abad, menjadikannya salah satu sekutu utama Amerika Serikat (AS) di wilayah tersebut. (*)

Sumber : sindo news