Aceh Singkil I Realitas – Anggota Dewan Pertanyakan Visi Misi Bupati Aceh Singkil Sehat Cerdas Sejahtera.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil Fairuz Akyar politisi partai Demokrat dalam penyampaian Pandangan Umum Anggota Dewan terhadap Pertanggungjawaban APBK Aceh Singkil.
Tahun Anggaran 2019, pertanyakan visi misi Bupati Aceh Singkil Cerdas, Sehat dan sejahtera pada Sidang Paripurna, Senin (31/08/2020).
Fairuz juga me-apresiasi kepada Pemda Aceh Singkil telah mampu menyediakan angaran total angran belaja daerah tahun 2019 pendapatan sebesar Rp. 897.705.948.880,42. Belaja transfer Rp 887.686.083.509.00.
Diperobahan ditambah 21 meliyar Alhamdulilah kita mendapatan WTP. Tapi terkait anggaran di Dinas pendidikan anggaran sebesar Rp. 199.815.722.235. realisasi Rp. 195.955.092.241. angaran itu sudah terserap 98,07%.
Dinas kesehatan anggaran Rp. 69.396.526.312. realisasi Rp. 66.098.959.878. (98,25%). RSUD anggaran RP.57.517.956.069. realisasi Rp.52.954.623.962.(92.07%).
Dari anggaran yang telah dihabiskan jumlahnya cukup besar, meminta Bupati untuk mejelaskan apa output (hasil) dari anggaran .
Dihabiskan terhadap peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan di kabupaten Aceh Singkil dan sudah berapa persen kah terealisasi Visi cerdas Bupati.
Juga hal sama selain Dinas kesehatan RSUD terkait pelayanan dasar kesehatan masyarakat. Dalam visi misi Bupati sejahtera diminta menyajikan persetasi pecaian hasil dari anggaran yang dihabiskan, apakah pengangguran kemiskinan bertambah atau bekurang.
Dalam hal untuk meningkatkan PAD setiap tahunya tidak terlihat adanya peningkatan yang signifikan hal ini terkait dengan pencapaian visi Bupati yaitu sejahtera.
Dia juga mempertanyakan apa industri yang baru yang sudah dibuat diberikan untuk mencapai tersebut serta bisa meningkatkan PAD Aceh Singkil.
Meminta Bupati agar menyajikan grafik pencapian kinerja dalam satu tahun anggaran 2919 dari segala sektor.tegas Fairuz Akhyar.
Diakhir penyampainya menyebutkan Kuala (muara) di Kecamatan Kuala Baru yang sangat menghawatirkan dan bahkan dalam bulan Juli 2020.
Sudah memakan korban 6 unit Perahu nelayan bermesin Robin yang tenggelam dimuara tersebut akibat pendangkalan muara hal ini perlu perhatian serius dari pemerintah Aceh Singkil. (Rostani/Yudi)

