Kerajinan Buah Tangan Yang Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Sungai Sibam Serta Ikut Mendukung Program Riau Bebas Asap

oleh -243.759 views

Pekanbaru I Realitas – Kerajinan Buah Tangan Yang Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Sungai Sibam Serta Ikut Mendukung Program Riau Bebas Asap.

Pelatihan tenun songket dan bordir serta pelatihan penanganan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ditaja oleh Kelurahan Sungai Sibam selama 5 hari resmi ditutup.

Program kegiatan melalui konsep pembangunan sarana dan prasarana dan pemberdayaan masyarakat Kelurahan Sungai Sibam yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan APBN tahun 2020 diharapkan dapat menjadi manfaat bagi masyarakat sekitar khususnya peserta yang mengikuti pertemuan tersebut.

Hal ini diutarakan oleh Lurah Sungai Sibam Sarnubi ketika dijumpai di ruangan kerjanya pada Selasa (11/08/20) Sore sembari menjelaskan nantinya kepada para peserta agar dapat memberikan pemahaman-pemahaman ilmu tersebut secara lansung bagi masyarakat lainnya.

“Manfaat ini kami harapkan dapat berkelanjutan, serta kami mengajak kepada pihak RT/RW maupun lembaga pemberdayaan masyarakat agar dapat memfasilitasi keberadaan para peserta yang telah mendapatkan pelatihan-pelatihan tersebut sehingga ilmu yang diperoleh dapat menjadi manfaat untuk kegiatan-kegiatan sosial lainnya.

Seperti mengembangkan ilmu tenun songket dan bordir ini disetiap acara pertemuan kegiatan ibu-ibu PKK,” Ujar Lurah Sarnubi.

BACA JUGA :  Benarkah adik walikota Banda Aceh Beking Kasus tertangkapnya Ajudan Ketua DPR Aceh di Kamar Hotel Banda Aceh

Ia juga mengharapkan untuk peserta yang mengikuti pelatihan penanggulangan bencana karhutla agar dapat selalu melakukan koordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau maupun kota Pekanbaru untuk lebih mendalami sistem kerja dilapangan apabila bencana tersebut benar terjadi.

“Mudah-mudahan ini bisa berjalan sesuai harapan kita semua, karena hal ini telah diuji melalui simulasi pemadaman kebakaran yang telah dirasakan langsung oleh para peserta melalui pemakaian satu unit mobil damkar,” Tambahnya seraya menambahkan agar para peserta siap sedia membantu Satgas penanggulangan bencana karhutla dalam mewujudkan Riau bebas dari asap.

Sementara itu menurut Sarnubi, masyarakat di Kelurahan Sungai Sibam meminta agar pemerintah dapat menyediakan mesin jahit bordir disetiap lingkungan RT maupun RW setempat untuk mendalami ilmu yang telah didapatkan selama pelatihan tersebut.

“Bahkan semakin semangatnya, mereka berupaya menahan mesin jahit bordir selama beberapa hari yang telah dipinjamkan sementara oleh balai pelatihan disaat kegiatan kemarin. Mereka sangat terlihat senang dengan adanya kegiatan yang bermanfaat ini,” Ujar Lurah.

Hasil Prakarya atau kerajinan tangan dari pelatihan tenun songket dan bordir yang bercorak kemelayuan tersebut, menurut Lurah sudah sangat baik dalam memajukan perekonomian masyarakat.

BACA JUGA :  Benarkah adik walikota Banda Aceh Beking Kasus tertangkapnya Ajudan Ketua DPR Aceh di Kamar Hotel Banda Aceh

“Kami juga mendapatkan hasil terbaik dari karya mereka yaitu tanjak yang terbuat dari kain songket, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat merespon pelatihan yang telah kita lakukan dalam menyalurkan bakat dan minatnya,” Tambahnya.

Adapun terkait pelaksanaan penanganan penanggulangan bencana karhutla, Erwin Putra selaku BPBD Provinsi Riau yang menjadi instruktur pelatihan mengharapkan kepada para peserta agar dapat ikut aktif dalam kegiatan pengawasan-pengawasan di setiap lokasi rawan bencana karhutla.

“Yang pastinya, para peserta yang ikut serta terlibat penanggulangan bencana karhutla nanti akan mendapatkan informasi langsung dari BPBD Provinsi Riau.

Tentunya akan menjadi harapan dan bagian dari pada ujung tombak untuk mengantisipasi karhutla khususnya yang ada di Kelurahan Sungai Sibam,” Tutup Lurah Sarnubi.

Hingga demikian, permasalahan karhutla yang sangat mengkhawatirkan bagi seluruh masyarakat Riau dapat diminimalisir dengan adanya peran serta warga Sungai Sibam melalui penyelenggaraan pelatihan penanganan penanggulangan karhutla dan hasil kerajinan tangan berupa tenun songket dan bordir dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat. *(Mirza)