Cara Polres Ponorogo Meriahkan HUT Ke-75 RI

oleh -74.489 views

IDUL FITRI

Ponorogo I Realitas – Cara Polres Ponorogo Meriahkan HUT ke-75 RI.

Polisi di Ponorogo punya cara sendiri dalam memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI. Caranya dengan memakai pakaian ala pejuang saat pelayanan, baik di Satpas maupun Samsat.

Kali ini para aparat itu tampil beda dengan baju ala pejuang. Ada yang berpakaian cokelat, suster, tentara, kebaya, dan masih banyak lagi lainnya.

“Iya, ini dalam rangka HUT ke-75 RI. Petugas memakai pakaian ala pejuang,” tutur Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP Indra Budi Wibowo, Sabtu (15/08/2020).

AKP Indra menjelaskan dengan adanya petugas yang memakai pakaian pejuang bisa menambah rasa cinta terhadap NKRI meski sedang berada di tengah pandemi COVID-19.

Sekaligus masyarakat diingatkan agar terus berjuang melawan COVID-19 agar tidak menyebar dengan cara 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir.

“Dalam melakukan kegiatan anggota yang melayani tetap mengikuti protokol kesehatan memakai masker, face shield. Untuk pemohon selain pakai masker serta cuci tangan sebelum masuk, juga jaga jarak dan cek suhu,” terang AKP Indra.

Menurut AKP Indra, pelayanan dengan pakaian tematik ini bisa meningkatkan imun dengan cara membuat bahagia orang sekitar.

“Kegiatan ini sengaja kita setting dengan latar para pejuang tempo dulu. Tujuannya adalah untuk menggugah semangat generasi muda serta mengingatkan kembali jasa-jasa para pahlawan pejuang kemerdekaan,” imbuh AKP Indra.

“Paling penting kita ingin meningkatkan pelayanan publik sekaligus memberikan contoh terhadap kecintaan terhadap negeri. Syukur-syukur dengan berpakaian seperti itu masyarakat menjadi tenang, imunnya meningkat terhindar dari penyakit,” papar AKP Indra.

Polisi yang memakai pakaian ala pejuang ini, lanjut AKP Indra, dilakukan hingga tanggal 17 Agustus 2020 mendatang. Tidak hanya event kemerdekaan saja, petugas nanti juga bakal mengikuti event yang sedang berlangsung.

“Mungkin nanti pas Suro-nan, pakai pakaian penadon (warok). Jadi kita ikuti saja sesuai event,” pungkas AKP Indra. (H A Muthallib)