YPAP Merelis PSK di Aceh Transaksi Saja, Sedangkan Dieksekusinya Di Medan

oleh -1,145.759 views
Koordinator lapangan Yayasan Permata Aceh Peduli (YPAP). Suherni.

Langsa I Realitas – YPAP Merelis PSK di Aceh Transaksi Saja, Sedangkan Dieksekusinya Di Medan.

Yayasan Permata Aceh Peduli (YPAP) merilis laporan terkait banyaknya kalangan oknum ibu rumah tangga di Aceh yang menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK), hal ini terjadi disebabkan karena faktor ekonomi yang mendesak sehingga kalap mata untuk memilih jalan yang salah.

Koordinator Lapangan Yayasan Permata Aceh Peduli, Suherni, kepada Media ini di Langsa selasa (14/07/2020) menyebutkan, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh pihaknya, untuk wilayah Langsa secara umum banyak ditemukan kalangan ibu rumah tangga yang menjadi PSK, ujar Suherni.

Menurut Suherni berdasarkan hasil monitoring (infestigasi lapangan) yang dilakukan, maka banyak ditemukan kalangan ibu rumah tangga di Kota Langsa, terlibat dengan jalan sesat artinya terlilit dengan kasus PSK.

Menurut Suherni rata yang terlibat usianya mulai dari 35 tahun hingga 40 tahun, semuanya itu karena faktor ekonomi,” ujar Suherni, lagi.

BACA JUGA :  Benarkah adik walikota Banda Aceh Beking Kasus tertangkapnya Ajudan Ketua DPR Aceh di Kamar Hotel Banda Aceh

Suherni juga menambahkan, pelanggannya bervariasi mulai dari kalangan anak muda hingga kalangan pengusaha ditemukan pihaknya atau menurut pesanan, ujarnya.

Menurut laporan Suherni ibu-ibu yang behasil kita temuinya tersebut mereka membawanya ke daerah Besitang, Sumatera Utara, bukan lokusnya di Langsa atau di Aceh, sebut pegiat LSM ini lagi.

Menurut nya juga di Kota Langsa juga ada beberapa tempat yang menyediakan layanan tempat untuk melakukan hubungan intim dengan PSK tersebut, agar tidak menarik perhatian dilakukan dengan berbagai modus, seperti yang pernah di gerebek oleh pihak penegak hukum beberapa waktu lalu, ujar nya.

Jadi ada tempat di sana itu, di depannya sebagai tempat berjualan nasi tapi di dalamnya itu sebagai tempat untuk melayani syahwat para lelaki hidung belang dan bahkan pesan cewek di situ juga bisa, ujarnya .

BACA JUGA :  Benarkah adik walikota Banda Aceh Beking Kasus tertangkapnya Ajudan Ketua DPR Aceh di Kamar Hotel Banda Aceh

Menurut laporan Suherni, penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Langsa tergolong tinggi, serta usianya masih produktif.

Untuk wilayah Aceh atau Kota Langsa, penyebaran HIV dan AIDS juga tergolong tinggi dan secara umum yang terinfeksi adalah mereka yang masih berusia produkif. Untuk persoalan ini, semua pihak juga harus ikut berkontribusi melawannya.

Kita juga meminta pihaknpihak terkait agar dapat mengawasi tempat tempat yang mencurigakan dengan kasus ini, apalagi pesanan PSK di lakukan secara onlene atau dengan tlp selular, kita ganya bisa mementau saja di lapangan untuk melakukan eksekusi kasus ini hanya pihak kepolisian atau Satpol PP / WH, tutup Suherni. (*).