Banda Aceh I Realitas – Tokoh Hipakad Iqbal Kita Tolak Kalau Mantan Koruptor Jadi Pemimpin Di Serambi Mekkah.
Setelah mengamati adanya kecenderungan sebagian mantan koruptor menduduki jabatan strategis di beberapa lembaga politik di Provinsi Aceh, kondisi itu telah menimbulkan keprihatinan sejumlah pihak dan tokoh Hipakad (Himpunan Putra/Putri Keluarga TNI AD) Aceh, Muhammad Iqbal angkat bicara.
Tokoh Hipakad Muhammad Iqbal menolak keras pemimpin eks koruptor, yang akan memimpin daerah syariat Islam tegas Ketua Umum Hipakad Aceh, Muhammad Iqbal kepada wartawan Media ini, di salah satu Kafe Selasa (23/06/2020) pagi di Banda Aceh.
Menurut Iqbal di era transparasi dan bersih-bersih di semua sektor, baik lembaga pemerintah maupun swasta, semuanya harus orang orang yang tidak terlibat dengan berbagai kasus termasuk kasus korupsi.
Bagi Hipakad Aceh ini tidak zamannya lagi dipimpin mantan preman atau koruptor, ujar Iqbal.
KmeKitetap menolak kehadiran mereka kembali eksis menjadi pemimpin, apalagi di Nanggroe Aceh yang menerapkan Syariat Islam, sebut Iqbal, yang juga salah seorang pengusaha di Aceh.
Pendiri dan pemrakarsa Pesantren Tgk. Chik. Eumpe Awee, Blang Bintang, Aceh Besar Provinsi Aceh ini tidak mau “tunjuk hidung” siapa eks koruptor yang dia maksudkan tersebut, kalau muncul nanti baru kita protes keras dan masyakat Aceh harus perangi kalau oknum oknum koroptor ini menjadi pimpinan masa depan.
Tapi, dia yakin rakyat Aceh sudah tahu, dan tetap berjuang menolak oknum oknum yang akan berjuang untuk memimpin Provinsi Aceh.
Saya mengeluarkan Statement ini untuk mengajak masyarakat Aceh agar menolak orang-orang yang mengaku tokoh, padahal latar belakangnya eks koruptor dan tidak punya integritas untuk memimpin daerah syariat Islam, tutup Iqbal. (H A Muthallib)

