Ketua BEM Fakultas Hukum Unsam Ali Iqbal: Polres Langsa Harus Segera Ungkap Kasus Kematian Ibu Muda Di RSU CND Langsa

oleh -574.312 views
Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Samudra Langsa : Ali Iqbal

IDUL FITRI

Langsa I Realitas – Ketua BEM Fakultas Hukum Unsam Ali Iqbal Polres Langsa Harus Segera Ungkap Kasus Kematian Ibu Muda Di RSU CND Langsa.

Polres Langsa Harus Segera ungkapkan Kasus Kematian Ibu Muda di Rumah sakit CND Langsa, terkait permasalahan kematian Ibu muda di RSU CND Langsa, Ali Iqbal Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Samudra Langsa meminta kepada Pihak Polres Langsa untuk segera mengungkapkan secara jelas dan tuntas kasus tersebut.

Ikbal menilai bahwa kasus ini harus segera dituntaskan, karena berdasarkan pasal Pasal 359 KUHP: “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.”

Dan bila memenuhi unsur segera tetapkan tersangkanya. Ujar Ali iqbal kepada media Realitas selasa (02/06/2020).

Sudah 26 saksi diperiksa namun sampai dengan saat ini terlapor belum dinyatakan sebagai tersangka, ujar Ali.

Ini menjadi pertanyaan besar, apa kendala dari pihak Polres sehingga belum menetapkan tersangka, selain itu Ali menegaskan pihak polres harus transparan dan terbuka mengenai kasus ini, apakah sudah di hentikan atau masih dalam proses hukum.

Menurut Ali kasus ini sudah memenuhi unsur meskipun pihak korban sudah menempuh perdamain dengan pelaku namun perdamain tersebut tidak menggugurkan pemidanaan terhadap pelaku, dan saya berharap kasus segera tuntas dan jelas.

Semua kegiatan baik secara Dinas di Beberapa RSU Pemerintah maupun Swasta atau tempat Praktek harus dihentikan kita kuatirkan nanti nya akan bertambah korban lagi. Kita minta pihak Polres Langsa harus segera menindak kegiatan dr RA harua segera dihentikan, tutup Ali.

Sebelumnya diberitakan media ini Selasa (12/5/2020)

Kasus Kematian Ibu Muda di RSU CND Tim Penyidik Polres Langsa Sudah Periksa 26 Orang Saksi Termasuk dr RA.

Ke 26 orang saksi sudah dilakukan pemeriksaan secara merathon oleh tim penyidik Polres Langsa termasuk dr RA, namun kita sedang menunggu kedatangan saksi Ahli dari Medan dan dari Banda Aceh, kalau sudah datang Tim Ahli langsung kita tetapkan tersangkanya.

Kapolres Langsa AKBP Giyarto.,SH.,SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief Sukmo Wibowo,.SIK kepada Media Realitas Selasa (12/5/2020), menyebutkan sampai hari ini sudah diperiksa oleh tim penyidik sudah melakukan pemeriksaan 26 orang saksi termasuk dr RA.

Saksi yang sudah kita periksa banyak untuk kita tetapkan sebagai tersangka tunggu tim ahli siap kita mintak keterangan Ahli langsung kita tetapkan tersangka, ujar Arief.

Kepada Media Realitas usai acara Konferensi Pers kasus apam onlene, Arief menyebutkab pasti ada tersangka nya kasus kematian ibu muda di RSU CND Langsa.

Ketika ditanya Wartawan siapa saja yang akan ditetapkan sebagai tersangka Arief juga menyebutkan nanti pasti ada tersangka soal berapa orang tersangka setelah kita gelar perkaranya nanti, ujar nya.

Semua pihak sudah diminta keterangannya saksi saksi yang sudah memberikan keterangan nya juga sudah banyak.

Tim kita yang melakukan pemeriksaan dalam kasus kematian ibu muda SH itu sudah di periksa juga suami korban dan tim lain nya yang ikut terlibat dalam kasus kematian ibuk muda tersebut beber Arief.

Tim penyidik sudah melakukan pemeriksan 26 orang yang mengetahui kasus ini mulai dari Anestasi dr anestesi, Penanggungjawab Rekap medik, Asisten Anestesi, Bidan yang melakukan sebelum Curex, Perawat yang mengecek tensi Curex, Perawat yang mendampingi dr RA membuka Vagina, Adik kandung korban yang melihat yang di USG, Ipar Korban yang menunggu saat pasca operasi, Bidan yang mengecek tensi korban yang melakukan pasca operasi, Bidan yang melakukan Laminaria pada korban, Piket perawat pasca operasi, Perawat lantai 1 yang menghubungi dr RA pasca operasi dan hari ini ada 4 orang, 1 dr IGD dan 3 perawat, ujar Arief.

Arief juga menyebutkan 26 orang bisa jadi besok bertambah sampai kasus ini kita limpahkan ke tahap berikut ke Kejaksaan Negeri Langsa , ujarnya lagi.

Masyarakat, Wartawan, LSM bisa pantau kasus ini terus dan polisi tidak akan main main dengan kasus ini kita akan teruskan sampai ke Pengadilan.

Ketika Wartawan menanyakan berapa orang akan jadi tersangka Arief, juga menyebutkan nanti la pasti ada kalau nanti sudah P21 apakah tersangka ditahan terus di kepolisian, Arief sedikit tersenyum namun jawabannya ya kalau sudah cukup unsur ya pasti di tahan tutup Arief.

Sebelumnya diberitakan media ini Zaid Al Adawi,.SH Sekjen YARA Langsa Akibat Kematian Pasien Curex, Dokter Dan Petugas Medis RS Cut Nyak Dien Langsa Dapat Pidana.

Dokter Spesialis Kandungan berinisial RA, sekaliguas Tim medis dan Manajemen RS Cut Nyak Dien Langsa, terancam pidana karena diduga lalai hingga mengakibatkan seorang pasien Curex pasca keguguran dengan usia kehamilan 1 bulan, meninggal dunia di rumah sakit swasta di Kota Langsa.

Berdasarkan hasil otopsi pihak berwenang, telah ditemukan alat bukti berupa benda bekas alat operasi bernama Laminaria, yang tertinggal di dalam rahim korban sehingga korban meninggal dunia di rumah sakit itu.

Sekretaris Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Langsa Zaid AL Adawi, kepada Media ini di Langsa Jumat (3/4/2020) menyebutkan, kasus kematian pasien Curex atas nama SH (26) warga Gampong Lengkong Kecamatan Langsa Baro, Pemko Langsa Peovinsi Aceh tidak terlepas dari unsur kelalaian dokter, dan tim medis yang menangani korban, ujar Zaid.

Menurut Zaid, insiden seperti ini sangat langka terjadi dan nyaris tidak ada yang meninggal karena Curex, kecuali pasien mengalami pendarahan hebat, pembekuan darah dan/atau pasien mempunyai riwayat tekanan darah tinggi, ujar nya.

Kita sudah mendapatkan kabar terbaru tim penyidik dari Polres Langsa sudah melakukan penyidikan awal terhadap dr RA dan tiga orang tim medis yang terlibat pada saat operasi ibu muda yang meninggal.

Khusus pasien Curex berinisial SH (26) yang meninggal di RS Cut Nyak Dien Langsa, dugaan kami adalah sebuah kelalaian medis, ujarnya.

Hal ini diperkuat dengan hasil otopsi dimana di dalam rahim korban ditemukan alat bekas operasi bernama Laminaria, sebagaimana keterangan resmi yang dikeluarkan pihak berwenang, sebut Zaid lagi.

Dugaan sementara kasus meninggal ibu nuda itu , kelalaian medis tersebut dikarenakan beberapa hal.

Pertama, karena benda tersebut (Laminaria/Curex) tertinggal di dalam rahim pasien pasca operasi.

Kedua, akibat kuret sebagaimana dimaksud terhadap diri pasien, harus dilakukan tindakan medis yang lebih besar yakni dilakukan pembedahan, untuk mengambil sekaligus membersihkan plasenta rahim namun nanti kita minta tim ahli yang mengatakan kebenaran nya kita cuma menduga penyabab kematian SH itu yang terjadi, ujar nya.

Jadi, Terkait dengan dugaan adanya kelalaian medis ini, maka RS Cut Nyak Dien Langsa dan dokter yang menangani pasien Curex, dapat dipidana sebagaimana dimaksud dalam Undang – Undang No 44 Tahun 2009, Tentang Rumah Sakit dan Undang – Undang No.29 Tahun 2009 Tentang Praktek Kedokteran,” katanya.

Selain itu, zaid juga menyebutkan, dokter, tim medis dan manajemen RS Cut Nyak Dien Langsa juga bisa dijerat dengan Undang Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, tapi kesemuanya kita terserah kepada tim penyidik nantinya.

Disamping itu, juga bisa dituntut secara Perdata terhadap Dokter yang melakukan kelalaiannya secara medis hingga menyebabkan kematian bagi orang lain dan secara khusus juga bisa di pidana dengan Pasal 359 KUHPidana

Pasal 359 KUHP berbunyi, “Barang siapa karena kesalahannya (Kealpaan) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Di sisi lain informasi yang diperoleh bahwa peristiwa tertinggalnya benda tersebut sudah diberitahukan kepada pihak keluarga dan dokter akan melakukan tindakan medis dengan tindak lanjut pembedahan.

Tapi dugaan sementara seperti itu, pun jika memang benar pihak keluarga ada diberitahukan terkait rendahnya HB pasien, tutup Zaid.

Untuk mengingatkan kita kembali sebelumnya diberitakan media ini, seorang pasien Curex pasca keguguran dengan usia kehamilan 1 bulan, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Cut Nyak Dien Langsa, setelah sebuah benda yang menjadi bagian dari alat untuk operasi, tertinggal di dalam rahim pasien.

Keluarga korban yang tidak terima dengan kejadian itu, Rabu (25/3/2020), melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Sementara, jenazah pasien dibawa ke RSUD Langsa untuk di otopsi. (H A Muthallib)