Kuala Simpang I Realitas – Sekretaris YARA Aceh Tamiang Mintak Penegak Hukum Usut Kasus Proyek Bendungan Simpang Kapal Baru Selesai Dibangun Sudah Retak.
Sekretaris Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Tamiang Syawaluddin.,SH, kepada Media ini Minggu (10/5/2020) di Kuala Simpang menyebutkan pembanguna yang menelan biaya Rp. 5,6 Milyar lebih sebenarnya dengan kondisi proyek itu sudah sangat memadai sekali, ujar nya.

Yang kita sayangkan kenapa proyek bendungan yang baru saja dibangun sudah retak apalagi dibangun bendungan itu tahun 2019 kan aneh proyek baru selesai sudah retak bagai mana kalau nanti air besar di sungai itu tertampung sudah pasti jebol sehingga tidak ada mamfaat proyek itu untuk masyarakat, sebut Syawaluddin yang juga pengacara di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kita mintak kepada pihak Kejati Aceh, Polda Aceh Perlu di usut kasus ini apakah sudah benar dibangun proyek bendungan ini apakah menyalahi aturan atau tidak kalau proyek baru selesai sudah retak dibeberapa titik, sebut Syawaluddin.

Proyek ini dibangun dengan uang rakyat, sehingga semua rakyat boleh protes kalau sebuah pembangunan yang baru selesai dibangun sudah rusak, ujar nya lagi.
Kita berikan waktu kepada pihak penegak hukum kalau nanti tidak ada tanggapan serius kita suratin pihak terkait agar segera turun kelapangan untuk melihat kondisi proyek yang baru selesai dibangun sudah mulai retak, tegas Syawal.

Proyek Pembangunan Bendung Sadap Irigasi Simpang Kapal, yang berlokasi di Gampong Matang Ara Aceh, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, bersumber dana Otsus yang rampung pada tahun 2019 kemarin, terlihat sudah mulai retak.

Berdasarkan penelusuran media ini , ada beberapa dinding pembangunan irigasi yang baru saja selesai dibangun sudah terlihat mulai retak. Ada beberapa titik yang rusak sudah ditempel dengan semen.
Kabarnya bendungan yang dibangun dengan anggaran APBA TA 2019 yang berjumlah miliaran tersebut dapat mengairi areal persawahan masyarakat seluas 500 hektar, meliputi Kampung Matang Ara Aceh, Matang Ara Jawa, Tanjung Neraca dan Kampung Alur Nyamuk, Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh.
“Bendungan ini berbatas langsung dengan Kota Langsa, berfungsi sebagai dam untuk menaikkan air dengan pintu pengendali, demikian keterangan dari masyarakat Kampung Matang Ara Aceh kepada media ini.

Sampai berita ini ditayangkan belum dapat mengkonfirmasi rekanan yang membangun Bendung Sadap Irigasi Simpang Kapal, yang berlokasi di Gampong Matang Ara Aceh.
Seperti yang diberitakan media ini sabtu (9/5/2020).
Bendungan Irigasi yang di Bangun di Gampong Matang Ara Aceh, Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang.
Anggaran nya Mencapai Rp. 5,6 Milyar Sudah Mulai Retak.
Pembangunan Proyek bendungan Irigasi itu anggaran Thn 2019 Yang di Duga Sumber Dana Dari Aspirasi Anggota DPR Aceh Daerah Pemilihan Aceh Tamiang – Langsa.
Wartawan Media Realitas yang melakukan investigasi ke Lapangan Sabtu pagi (9/5/20) menemukan ada beberapa dinding proyek yang baru saja di bangun sudah mulai retak.
Ada beberepa titik yang rusak dan sampai saat ini masih ada yang rusak walaupun di beberapa tempat sudah di tempel dengan semen.
Media ini yang langsung turun kelapangan tidak menenukan ada pamplet proyek sehingga tidak diketahui Perushaan mana yang melakukan pembangunan bendungan proyek sungai Simpang Kapal itu.
Media ini mencoba melakukan komfirmasi dengan masyarakat sekitar untuk menanyakan perusahaan pembungan ini namun tidak ada yang tau.
Sumber Media ini di lokasi proyek bendungan juga menyebutkan proyek ini aspirasi salah seorang anggota DPR Aceh daerah pemilihan Aceh Tamiang – Kota Langsa, ujar sejumlah masyarakat yang di tanyai oleh Wartawan Media ini.
Sampai berita ini diturunkan belum mendapat kan keterangan resmi dari perusahaan yang membangun bendungan ini seputar retaknya bangunan di beberapa titik. (H A Muthallib)

