Polisi Terpaksa Lepaskan Tembakan Untuk Bubarkan Bentrok Masa di Aceh Selatan

oleh -192.312 views
Kapolres Aceh Selatan

IDUL FITRI

Aceh Selatan I Realitas – Polisi Terpaksa Lepaskan Tembakan Untuk Bubarkan Bentrok Masa di Aceh Selatan.

Personil Kepolisian Resor Aceh Selatan terpaksa melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan massa yang bentrok di Gunung Alur Naga, Tapaktuan, Rabu malam.

“Massa dalam jumlah banyak sudah mulai beringas sehingga kami terpaksa melakukan tindakan demi terkendalinya situasi keamanan di wilayah hukum Polres Aceh Selatan,” kata Kapolres Aceh Selatan AKBP. Ardanto Nugroho, SIK,SH, MH kepada awak media di Mapolres, Lhok Bengkuang Tapaktuan, Kamis (28/5/2020) pagi.

Menurutnya, konsentrasi massa terjadi karena bentrok antara pemuda Desa Air Pinang, Kecamatan Tapaktuan dengan pemuda Desa Mata Ie, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan akibat kesalahpahaman.

foto ist : Polisi bubarkan bentrok massa

Mantan Kapolres Kabupaten Simeulue tersebut menerangkan, peristiwa bermula sekira pukul 18.00 WIB saat itu warga Desa Air Pinang sedang membuat kegiatan di jalan, lalu ada warga dari Desa Mata Ie melintas dan ditegur.

“Pada saat ditegur itulah terjadi kesalah pahaman dan pemuda Desa Mata Ie tidak dapat menerima sehingga mereka berkumpul untuk membalas perbuatan atas sikap dari Pemuda Desa Air Pinang,” ujar Kapolres.

Hal yang sama, sambungnya, juga dilakukan oleh pemuda Desa Air Pinang dan keduanya pun terlibat bentrok, karena masing-masing memiliki rasa fanatisme membela desa mereka.

Sehingga pihak Kepolisian dibantu TNI langsung mengambil tindakan guna melerai keributan yang terjadi antara dua desa tersebut di perbatasan.

Pengakuan Kapolres bahwa, dari insident tersebut pihak kepolisian tidak ada yang terluka, sementara dari kedua belah pihakpun belum kami terima laporan adanya korban luka dan lainnya.

Atas kejadian ini polisi terus melakukan penyelidikan guna melihat pelanggaran hukum yang terjadi atas peristiwa tersebut.

Namun, kearifan lokal juga menjadi salah satu pertimbangan untuk tetap mengedepankan upaya damai melalui mediasi dengan melibatkan para perangkat desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama dari dua desa tersebut.

“ Apalagi saat ini masih suasana bulan Syawal dan kami pun belum melakukan penahanan para pemuda yang membuat keributan tersebut, karena masih tahap penyelidikan,” ungkap AKBP Ardianto.

Amatan awak media dilapangan pasca peristiwa tersebut, pihak polisi kini memperketat pengamanan lewat patroli, sehingga ketertiban dan keamanan dapat terus terpelihara.

Sementara itu satu warung milik warga Desa Air Pinang di daerah perbatasan di Gunung Alur Naga, rusak dan sudah diberi pita batas polisi (police line). (*)