Karena Tidak Lagi Kritis BEM UPI Serang Memutuskan Untuk Keluar Dari Keanggotaan BEM Serang

oleh -2,318.759 views
Riska Mahira : Ketua BEM UPI Serang

Banten I Realitas – Karena Tidak Lagi Kritis BEM UPI Serang Memutuskan Untuk Keluar Dari Keanggotaan BEM Serang.

Pada tanggal 17 Mei 2020 diadakan pertemuan BEM se- Banten yang juga di hadiri oleh Aliansi BEM Serang.

Pada pertemuan tersebut BEM se-Banten memberikan pernyataan sikap terkait bank Banten, pertemuan itu dilaksanakan di rumah makan Iwak Banten Serang.

Yang amat disayangkan dari pertemuan tersebut adalah tidak diindahkannya Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/199/2020 Tentang Komunikasi Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang mana di dalamnya memuat Protokol Penanganan Covid-19.

Hal ini tentunya mencederai peran dan fungsi mahasiswa, salah satunya yaitu Moral Force. Mahasiswa sebagai insan akademis, yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi tentunya tingkat intelektual yang dimiliki mahasiswa akan disejajarkan dengan tingkat moralitasnya. Sebagai moral force,mahasiswa diharapkan dapat menjadi contoh dan penggerak perbaikan moral bagi masyarakat.

Kejadian ini menambah catatan evaluasi bagi BEM UPI Serang terhadap BEM Serang. Sebagai salah satu elemen yang sejak awal bergabung dalam Aliansi BEM Serang, BEM UPI Serang melihat adanya kecenderungan pergeseran orientasi dalam Aliansi BEM Serang.

Surat Pernyataan Sikap Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang 01/C/SPS/BEM.UPI.SERANG

Dengan memperhatikan dan menganalisis pola gerak aliansi BEM Serang, dengan ini BEM UPI Serang menyatakan keluar dari aliansi BEM Serang dengan alasan sebagai berikut :

1. Pengambilan keputusan yang selama ini dilakukan kehilangan proses kajian yang memadai.

Hal ini tidak sejalan dengan visi BEM UPI Kampus Serang untuk mengedepankan riset dan kajian sebagai alat pengambilan keputusan gerakan. Ini menjadi catatan penting atas keberadaan BEM UPI Kampus Serang di Aliansi BEM Serang.

2. Evaluasi kritis atas gerakan aliansi BEM Serang yang cenderung terlalu terpaku pada isu kepemimpinan yang sangat politis.

Ranah gerak yang sangat terpaku pada isu sentral kepemimpinan di tingkat regional ini, selain menjebak aliansi BEM Serang pada sebuah relasi kuasa elit yang kompleks di level regional, juga tidak sejalan dengan visi BEM UPI Serang yang mengusung ‘gerakan oposisi ilmiah’ untuk menyikapi fenomena sosial-politik di Indonesia, khususnya di Provinsi Banten.

3. Perlunya melakukan penyegaran gerakan mahasiswa. Orientasi gerak aliansi BEM Serang dirasa telah bergeser dengan target-target politik tertentu, BEM UPI Serang menganggap perlunya sebuah penyegaran gerakan dengan memosisikan ulang keberadaan mahasiswa dan isu-isu yang akan diangkat.

Selain itu, BEM UPI Serang merasa tidak ada peran yang di lakukan aliansi BEM Serang dalam pengambilan sikap dalam upaya memperjuangkan hak mahasiswa.

4. Tidak adanya transparansi dalam pengelolaan keuangan,sehingga memperbesar kemungkinan adanya penyalahgunaan keuangan.

5. Tidak berjalannya regenerasi kepengurusan BEM Serang dalam jangka waktu 1 tahun kepengurusan.

Serang, 19 Mei 2020.

Riska Mahira : Ketua BEM UPI Serang

Empat catatan itu menegaskan perlunya mempertimbangkan ulang posisi BEM UPI Serang dalam Aliansi BEM Serang.

Keputusan untuk bertahan di BEM Serang hanya akan memberi beban bagi BEM UPI Serang untuk tampil dalam penyikapan isu-isu politik tanpa memberi ruang kajian dan riset yang cukup.

Sementara itu, masih banyak pola aliansi strategis yang bisa dibangun di luar pada berbagai isu yang akan dikawal.Maka dari itu, pada 19 Mei 2020 BEM UPI Serang menyatakan sikap keluar dari aliansi BEM Serang.

Pengunduran diri ini bukan berarti memutus hubungan dengan elemen di BEM Serang. BEM UPI Serang akan tetap setia mewacanakan ‘Gerakan Oposisi Ilmiah’ untuk mengawal proses demokratisasi secara terbuka dan sesuai dengan visi misi BEM UPI Serang dan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kampus manapun di Indonesia khususnya di Provinsi Banten. Semoga BEM Serang dapat terus menjadi aliansi strategis-taktis dengan karakter intelektual dan moral.

Karya Abdi Gerak Panjang Umur Perjuangan