Dibebaskan Kelompok Abu Sayyaf, 5 Nelayan Indonesia Diculik Lagi oleh Gerombolan Lain

oleh -294.759 views

KUALA LUMPUR I Realitas – Lima nelayan asal Indonesia yang bekerja untuk perusahaan penangkap ikan Malaysia di Sandakan, Sabah, sudah dibebaskan kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina. Namun mereka diculik kembali oleh gerombolan bersenjata lain.

Ironisnya, gerombolan yang menculik kembali merupakan pihak yang membantu pembebasan para nelayan itu dari cengkraman orang-orang Abu Sayyaf.

Sumber-sumber intelijen seperti dikutip dari The Star, Senin (27/4/2020), mengatakan, keluarga telah menyelesaikan tuntutan dari kelompok Abu Sayyaf yang dipimpin Apo Mike. Para sandera diserahkan kepada perantara yang masih punya hubungan dengan kelompok Abu Sayyaf.

BACA JUGA :  Diduga Oknum Kepsek Salah Satu SD di Aceh Timur Digerebek Warga, Dengan salah seorang Guru PAUD, Pihak Terkait Belum Beri Konfirmasi kepada Media

Namun, perantara tersebut menahan kembali para sandera untuk menuntut uang tebusan tambahan.

Sumber intelijen mengatakan saat ini sedang berlangsung negosiasi dengan perantara yang diketahui dipimpin perempuan dan berbasis di Jolo.

Kelima nelayan Indonesia itu bekerja di perusahaan perikanan yang berbasis di Sandakan. Mereka adalah kapten kapal pukat, Arsyad Dahlan (41), La Baa (32), Riswanto Hayano (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29).

BACA JUGA :  Pembangunan PAUD SABILIL HUDA Dana Revitilasi Rp.481 juta Lebih Dibangun Asal Jadi Di Gampong Bintah

Kelima orang itu diculik di perbatasan laut Tambisan, di Lahad Datu, pada 17 Januari 2020.

Sebulan lalu, penculik merilis sebuah video, mengancam akan memenggal kelima orang itu jika uang tebusan tidak dibayar. Berdasarkan keterangan keluarga, para penculik meminta antara 3 juta sampai 4 juta ringgit atau Rp10,5 miliar sampai Rp14 miliar untuk kelima nelayan.(IN/Red)