16419 KALI DIBACA

Tim Terpadu Penyemprotan Vaksin Dan Sosialisasi Cegah Corona di Nagan Raya

Tim Terpadu Penyemprotan Vaksin Dan Sosialisasi Cegah Corona di Nagan Raya
Petugas melakukan penyemprotan vaksin di desa Latong Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya, Selasa (24/03/2020).(Mediarealitas/Nuna)
UPDATE CORONA

Nagan Raya I Realitas – Tim terpadu yang terdiri dari tenaga medis puskesmas jeuram, Danramil 04 Seunagan dan anggota, Kapolsek Seunagan anggota melaksanakan sosialisasi pembuatan Desinfektan dan penyemprotan dalam rangka pencegahan Virus Corona (Covod-19) di Desa Latong Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya Selasa, (24/03/2020)

Selain tim ini juga memberikan materi kepada masyarakat luas di daerah tersebut yang di sampaikan beberapa instansi, yakni dari koramil 04 seunagan Serta Zailami dari petugas puskesmas jeuram Nila dan Kapolsek Seunagan Iptu Nyak Banta, SH.,MH.

Materi yang disampaikan oleh tim tersebut diantaranya, masukan air bersih ke dalam ember ukuran 25 liter lalu masukan satu persatu bahannya ke wadah tersebut, bahan tersebut dengan takaran/dosis empat (4) tutup bayclin, empat (4) tutup super pell dan empat (4) tutup vixal, dan aduk sampai rata, dan Desinfektan siap untuk digunakan.

Kades Latong, Samaidi mengungkapkan rasa syukurnya karena tim terpadu telah memberikan sosialisasi di desanya, hal itu nanti akan ditindaklanjuti oleh pihaknya hingga ke rumah penduduk.

Sementara Kapolres Nagan Raya AKBP Risno, SIK melalui Kapolsek Seunagan Iptu Nyak Banta, SH.,MH menjelaskan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan pihaknya menyampaikan maklumat Kapolri.

“Termasuk didalamnya masalah keramaian, kita bisa tegas mengkampanyekan maklumat Kapolri itu. Bagi yang menghalangi tugas kepolisian terkait maklumat Kapolri maka dapat dilakukan tindakan kepolisian dengan Dasar hukum : UU no. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit,” jelas Nyak Banta

Iptu Nyak Banta menambahkan, barang siapa saja karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).

Dengan Pasal 59 (1) Pembatasan Sosial Berskala Besar merupakan bagian dari respons Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, pembatasan Sosial Berskala Besar bertujuan mencegah meluasnya penyebaran penyakit Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang sedang terjadi antar orang di suatu wilayah tertentu, Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Penyelenggaraan Pembatasan Sosial Berskala Besar berkoordinasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.

Kemudian Berdasarkan Pasal 152 ayat (1) dan (2) UU Kesehatan, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat bertanggung jawab melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit menular serta akibat yang ditimbulkannya untuk melindungi masyarakat dari tertularnya penyakit, menurunkan jumlah yang sakit, cacat dan/atau meninggal dunia, serta untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat penyakit menular,” tutup Kapolsek Iptu Nyak Banta. (Nuna/Yudi)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS