Teman Sendiri Kena Gebuk Gegara Tak Beri Duit ke Pemabuk

oleh -142.759 views

Makassar  I Realitas – Dua orang karyawan rumah makan seafood di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), luka-luka digebuki temannya. Pelaku penganiayaan diketahui saat itu sedang mabuk.

“Penganiayaan sesama rekan kerja, korban berdarah-darah di wajahnya, babak belur mereka,” ujar Kapolsek Rappocini Kompol Ashari kepada wartawan di lokasi, Rumah Makan Buguri, Jalan Pelita Raya, Makassar, Selasa (3/3/2020).

Dua karyawan yang jadi korban ialah Irfan (30) dan Ilham (18). Mereka dianiaya teman kerja yang mabuk bernama Firman di tempat mereka bekerja pada Selasa sekitar pukul 05.30 Wita.

“Dia (Firman) mabuk dan minta uang, mungkin karena tidak dikasih, makanya dia mengamuk,” ujar Kompol Ashari.

BACA JUGA :  PNS Baitul Mal Aceh Timur Diduga Rangkap sebagai Operator Keuangan Gampong, Adik Kandung Kelola Data Bansos

Saat mengamuk, kata Ashari, pelaku ditemani dua orang rekannya yang identitasnya masih diselidiki polisi.

“Iya dia bawa teman dua orang, jadi pelaku total 3 orang, makanya korban babak belur,” kata Ashari.

Dua orang korban telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menerima perawatan intensif. Sementara pelaku Firman masih dicari polisi.

sekitar pukul 11.30 Wita, puluhan polisi bersenjata telah memasang garis polisi di lokasi. Sebanyak 4 orang saksi dimintai keterangan oleh polisi.

BACA JUGA :  Rakerwil IV BEM SI Aceh 2026 Digelar di UNSAM, Perkuat Konsolidasi Mahasiswa dan Dorong Gerakan Berdampak bagi Masyarakat

“Intinya identitas pelaku sudah diketahui, kita buru dia,” katanya.

Tampak ada bekas darah di lantai rumah makan dan di halaman depan rumah makan tersebut. Seorang karyawan rumah makan menyebut darah tersebut darah korban penganiayaan. Dari lokasi, polisi mengamankan helm, piring pecah, hingga pisau lebar pemotong ikan dan ayam yang diduga dipakai untuk menganiaya korban.

“Ada keterangan korban dianiaya dengan ditebas muka sama tangannya, makanya kita amankan pisau ini, curiganya kita ini alat yang dipakai,” ujar seorang polisi berpakaian bebas di lokasi.(Dtc/Red)