Penemuan Bayi Kembar Laki-Laki dalam Tempat Sampah di Sampit

oleh -6.201 views

IDUL FITRI

KOTIM I Realitas – Penemuan bayi kembar laki-laki dalam kardus di tempat sampah gegerkan warga Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (17/3/2020) malam. Kedua bayi diperkirakan baru lahir karena tali pusar masih menempel.

Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel mengatakan penemuan bayi kembar itu berawal ketika satu keluarga yang sedang menaiki motor melintas di Jalan Muchran Ali, Selasa (17/3/2020) pukul 21.30 WIB. Saat itu, suami istri dan dua anaknya ini mendengar suara tangisan bayi dekat Depo Pertamina Sampit.

Namun mereka tidak langsung memeriksanya. Mereka hanya singgah berbelanja di sebuah warung tidak jauh dari lokasi temuan tersebut dan menceritakan ke warga jika mendengar suara tangisan bayi.

Selanjutnya mereka bersama warga menelusuri asal suara tangisan. Setelah diperiksa, ternyata ada dua bayi sedang menangis di tempat pembuangan sampah.

Bayi kembar ini dibalut seprai hijau dan dimasukkan dalam sebuah kardus bekas. Keduanya terlihat dalam kondisi sehat dan tertutup sebagian sampah.

Ketua RT 007/002 Kelurahan Baamang Hulu Bakhrudin kemudian melaporkan penemuan bayi kembar tersebut ke Polsek Baamang dan petugas kesehatan setempat. Mereka juga meminta bantuan petugas keamanan Depo Pertamina Sampit untuk mengevakuasi bayi ke RSUD dr Murjani Sampit untuk diperiksa dan dirawat secara intensif.

“Bayi itu kini sudah dirawat di RSUD dr Murjani Sampit. Beratnya 2,5 kg dan 1,970 kg. Alhamdulillah, menurut keterangan tenaga medis yang merawat, bayi dalam keadaan sehat. Satu bayi sudah mau minum susu, sedangkan bayi lainnya masih pakai selang,” ujar Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel di Sampit, Rabu (18/3/2020).

Menurutnya, polisi masih menyelidiki orang tua maupun pelaku yang tega membuang bayi kembar tersebut. Petugas bahkan telah memeriksa sejumlah saksi untuk diminta keterangan.

“Kami masih menyelidiki kasusnya. Kami berharap bantuan informasi dari masyarakat agar kejadian ini bisa segera terungkap,” ujar Rommel.(IN/Red)