Meulaboh I Realitas – Menurut Dandim Nurul, Fanatik Salah Satu Ciri Radikalisme.
Salah satu ciri radikalisme di tengah masyarakat, adalah fanatik tertahadap sesuatu, tidak mau menghargai pendapat orang lain, selalu merasa benar dan tidak mau disalahkan, kemudian selalu menganggap orang lain salah.
Dampak seperti itu dapat menimbulkan kerugian materil dan nyawa serta bisa menciptakan rasa ketakutan di lingkungan masyarakat, ujar Komanda Kodim 0105 Aceh Barat, Letkol Kav Nurul Diyanto pada kegiatan Binkomsos di Aula Makodim setempat jumat (13/03/20).
Menurut Dandim, Radikalisme merupakan suatu sikap yang mendapatkan perubahan secara total dan bersifat revolusioner serta menjungkirbalikkan nilai nilai yang ada secara drastis baik lewat kekerasan maupun aksi aksi yang ekstrim.
Radikal juga sering dikaitkan dengan terorisme karena kelompok radikal akan melakukan apapun agar keinginan ataupun tujuannya tercapai, jelas Letkol Nurul.
Oleh Sebab itu, Dandim menekankan semangat pemahaman masyarakat terhadap kondisi bangsa dan negara, bersatu dan berdaulat dalam bingkai NKRI serta tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman baik dari dalam maupun dari luar.
Dengan meningkatkan rasa kesetiakawanan sosial dan mempertebal semangat kebangsaan, rela berkorban serta berjiwa patriotik, imbau dia.
Senada dengan Dandim, mantan Ketua STAIN TDM Meulaboh, DR. Syamsuar Basyariah juga menjelaskan hal serupa, katanya.
Radikal menurut bahasa merupakan suatu paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial politik dengan cara kekerasan.
Beda tipis dengan Separatisme, kalau seperatis itu suatu gerakan yang bertujuan untuk merebut kedaulatan dan memisahkan suatu wilayah dengan melawan pemerintah yang sah.
“Radikal bisa terjadi apabila kurangnya kesadaran umat dalam beribadah serta persoalan Furu’iyyah yang dibesar besarkan dan menimbulkan perpecahan seperti masalah qunut, kenduri orang meninggal dan lainnya. Termasuk beda pandangan tentang syi’ah dan wahabi” ujar syamsuar akrap disapa Abi ini. (Wawan/Yudi)

