21219 KALI DIBACA

Pemerintah Aceh Batal Bangun Rumah Dhuafa, YARA Mohon Bantuan Gubernur Jawa Tengah

Pemerintah Aceh Batal Bangun Rumah Dhuafa, YARA Mohon Bantuan Gubernur Jawa Tengah
Safaruddin, SH,
example banner

Jawa Tengah I Realitas – Pemerintah Aceh Batal Bangun Rumah Dhuafa, YARA Mohon Bantuan Gubernur Jawa Tengah.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, SH, mendatangi Kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah, menyerahkan surat permohonan bantuan rumah dhuafa untuk masyarakat Aceh.

Surat resmi YARA yang ditujukan langsung kepada Gubernur Jawa Tengah, H Ganjar Pranowo, SH., M.IP itu Rabu 19 Februari 2020, diserahkan kepada Pemerintah Jawa Tengah, dan diterima oleh bagian Tata Usaha Gubernur Jateng, Kamis 20 Februari 2020.

Dalam surat tersbeut, YARA menjelaskan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2019, Aceh menempati posisi sebagai daerah termiskin di Sumatera, dan urutan nomor 6 termiskin se-Indonesia.

Jumlah penduduk miskin Aceh berdasarkan data BPS, mencapai 810 ribu orang atau 15 persen , meskipun angak tersebut mengalami penurunan sebesar 0,31 persen dibanding September 2018.

Artinya, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Nova Iriansyah hanya mampu menurunkan angka kemiskinan 0,31 persen pada tahun 2019.

“Pada 2019, Pemerintah Aceh menunda pembangunan 1.100 rumah untukkaum dhuafa, dan akan dibangun oleh Baitul Mal Aceh dengan dana dari infaq dan dana umat, dan direncanakan akan dibangun pada tahun 2020,” ungkap Ketua YARA.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada tanda-tanda dari Pemerintah Aceh untuk melanjutkan pembangunan 1.100 rumah dhuafa tersbeut.

“Oleh karena itu, kami mohon kepada Gubernur Provinsi Jawa Tengah agar berkenan membantu pembangunan rumah bagi masyarakat Aceh yang telah didata untuk mendapatkan bantuan rumah dhuafa di Baitul Mal sejak 2019 lalu,” kata Safaruddin.

“Karena saat ini rumah layak huni sebagaimana akan dibangun oleh Pemerintah Aceh menjadi tempat yang sangat diharapkan oleh masyarakat yang prasejahtera di Aceh.”

Sebelumnya, Publik Aceh sempat dihebohkan dengan pembatalan (tunda) pembagunan rumah dhuafa untuk masyarat msikin. Pemerintah Aceh justru fokus membeli pesawat dan mobil dinas bersumber dari uang rakyat. (Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS