26919 KALI DIBACA

Kunker Komisi III DPRD Kab. Labuhan Batu Ke-Singkil Mengaku Belum Memuaskan

Kunker Komisi III DPRD Kab. Labuhan Batu  Ke-Singkil Mengaku Belum Memuaskan
UPDATE CORONA

Aceh Singkil I Realitas – Kunker Komisi III DPRD Kab. Labuhan Batu Sumut ke- Aceh Singkil mengaku belum Meuaskan, tadinya berharap tim Pemburu PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Aceh Singkil sudah bekerja. Tapi sepetinya Takicuh Dinan Tarang dan Olan Ni Hata (Cuma hanya bicara) melihat di YouTube Googele.

Wakil ketua DPRD Labuhan Batu . Ir. Hj. Zuraidah Harahap. menjelaskan, Kunjungan kerja khusus komisi DPRD Kab. Labuhan Batu Sumatra Utara mengenai Fungsi Pengawasan DPRD Terhadap Pengawasan Pendapatan Asli Daerah ( PAD). Ke- DPRK. Aceh Singkil. Selasa, (18/2/2020).

Katanya, Komisi III DPRD Kabupaten Labuhan Batu, mulanya tertarik dengan terbentuknya Tim Pemburu PAD di Aceh Singkil dari Googele.

Kita telah datang ke- Aceh Singkil, telah menerima jawaban dari wakil ketua DPRK Aceh Singkil. H. Amaliun, Ketua Komisi III Mairaya, juga Komisi III DPRK Aceh Singkil, Iskandar kepala Bidang Pendapatan BPKK Aceh Singkil.

” Bahwa tim Pemburu PAD Aceh Singkil itu sudah terbentuk namun belum bekerja maksimal, jika itu bekerja dengan maksimal, sejauh mana mereka bekerja kemudian melibatkan instansi mana saja”. Ujar Zubaidah.

Dari hasil kunungan kami ke- Singkil ini masih belum memuaskan lah. “Tim pemburu PAD tidak menjadi jaminan hanya target target, itu tidak bisa dengan mudah mereka capai, ini adalah satu tolak ukur kami di Kabupaten Labuhan Batu dan juga akan membetuk Tim Pemburu PAD.Ucapnya

Sementara PAD Kab. Labuhan Batu lebih besar 175 M. bila dibandingkan Aceh singkil, namun tim pemburu PAD kami belum terbentuk, kami yakin jauh lebih besar. Di Singkil ada sarang burung walet.

di sarang burung walet itu kami kebobolan, kerena pengusaha-pengusahanya bukan orang kab Labuhan Batu pendatang dari luar. Sebut Zubaidah.

Apakah ada kesamaan potensi PAD Labuhan Batu dengan Aceh Singkil, tanya awak media, ” Bukan melihat kebersamaan. PAD itu adalah normatif yang membuat kami tertarik adalah tim Pemburu PAD ini”. Jawab Zubaidah.

Di Aceh Singkil Sebenarnya ada yang menarik, pantai- pantainya sangat indah bersih pontensi ini mendokrak PAD. karna pengelolaan pantai disini pemerintahnya bekerja sama dengan Pemerintah setempat. termasuk dari kapal penyeberangan salah satu PAD di Aceh Singkil

Sementara di Labuhan Batu juga tidak kalah dengan Aceh Singkil tapi dibiarkan begitu saja. Jadi kita lebih ke PAD yang lain seperti galian C pajak PBBP2, retribusi parkir pinggir jalan pajak Reklame dan sebelas lainnya.tutup Zubaidah.

Ketua Komisi DPRK Aceh Singkil Meraya menjelakan, tindak lanjut dari Tim Pemburu PAD Aceh Singkil sudah disampaikan Pimpinan Dewan H. Amaliun, Perwakilan Dinas BPKK Iskandar Kepala Bidang Pendapatan tadi menjelaskan, hanya baru terbentuk belum berjalan.

Sebelumnya Komisi III DPRD Labuhan ke Singkil menyakan tentang terbentuk Tim Pemburu PAD di Aceh Singkil, “saya rasa dalam pembicaraan baik lisan maupun tertulis belum koordinasi seperti itu, karena mereka hanya melakukan kunjungan ke Aceh Singkil dengan Thema fungsi dan pengawasan DPRK Aceh Singkil terhadap pengutipan PAD tidak ada pokok kunjungan kerja mereka itu khusus bagaimana tim pemburu PAD itu terbentuk”. Kata Meraya.

Terkait dengan Tim pemburu PAD sudah menjadi tolak ukur daerah lain. Langkah yang dilakukan kedepanyanya, hal ini kita tetap awasi supaya pemerintah daerah, tim pemburu PAD sudah tersebar kemana-mana harus dibentuk secepatnya tahun 2021 sudah eksen sesuai pernyataan Pimpinan.tegas Meitaya. (Rostani/Yudi)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS