44419 KALI DIBACA

Bupati Erli Hasim Kelarifikasi Pernyataan Nya Atas Dugaan Pelecehan Profesi Wartawan

Bupati Erli Hasim Kelarifikasi Pernyataan Nya Atas Dugaan Pelecehan Profesi Wartawan
UPDATE CORONA

Simeulue I Realitas – Bupati Erli Hasim Kelarifikasi Pernyataan Nya Atas Dugaan Pelecehan Profesi Wartawan.

Pasca mencuatnya dugaan proyek fiktif pekerjaan pengaspalan jalan simpang batu ragi arah simpang patriot Rp 12.8 Miliyar DOKA 2019.

Mematik reaksi Bupati Simeulue Erli Hasim, dengan munculnya pemberitaan proyek fiktif oleh sejumlah media pers sekitar sepekan yang lalu.

Entah kepanikan atau mungkin rasa teledor orang nomor satu di Kabupaten Simeulue itu menuliskan statemen bernada hinaan dan pelecehan terhadap profesi Wartawan. Didalam salah satu group WhatsApp Erli Hasim menyebut wartawan dan DPRK Simeulue “taik”.

Begini tulisnya,
“Yakhuk Wartawannak wartawan dai termasuk anggota dprk betul2 dakhuk lagunokan mata kepala. Proyek yambanak kan jubeteng Ikharajokan Aleng Amabaan menuju Mitem. Memang ruasni Simpang Batu Ragi.

Luar biaso yakhuk manusianak, u harapakan mifeani sado anggita sas dade ana sabe meea tanangmi, milau ekhek beserek. Bomen yakhuk e lababancak sabe ita. Feami engen2 sabe amak, bofien serek mea2 falawa lele imbau.

Kurang lebih begini artinya, “(Wartawan itu wartawan “Taik” termasuk anggota DPRK, betul-betul tidak menggunakan mata kepala, proyek yang satu itukan yang sedang dikerjakan Aleng Amabaan menuju Mitem, memang ruasnya Simpang Batu Ragi, luar biasa manusianya, saya harapkan kepada semua Group SAS jangan-tenang saja. Bicaralah, kalau begitu diinjak injak terus kita, kalian diam-diam saja. Kalau cerita kalian setinggi gunung Sibau.

Menanggapi dugaan pelecehan profesi Wartawan yang dilakukan Bupati Simeulue itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Drs. H. Tarmilin Usman Tarangkat bicara. (18/02/2020)

Menurut wartawan senior ini, ucapan Bupati Erli Hasim terhadap wartawan dalam group WhatsApp yang telah beredar itu, mengarah pada perbuatan pelecehan profesi wartawan, sangatlah tidak pantas. Ia menyesalkan ucapan bupati tersebut.

“Kalau benar Bupati telah melakukan pelecehan terhadap profesi wartawan, tentu sangat kita sayangkan. Ini perlu ada klarifikasi. Selayaknya seorang pimpinan publik, bupati tidak pantas bersikap demikian, karena setiap ucapannya jadi pijakan.

“Melakukan pelecehan terhadap profesi wartawan tentu sebuah sikap tidak terpuji. Saya juga berharap terhadap wartawan untuk lebih berhati-hati dalam bertugas. Kenapa ada pelecehan, perlu juga ditelusuri. “Ujar Ketua PWI Aceh Tarmilin melaui pesan WhatsApp kepada Realitas.com. (18/2/20)

Lanjut Tarmilin, pelecehan terhadap profesi wartawan, bisa terancam pidana.”Tentu bisa, karena profesi wartawan dilindungi UU Pers, “Tegasnya.

Sejumlah awak media mengkonfirmasi langsung ke Erli Hasim di ruang Media Center Humas dan Protokol Simeulue tentang kebenaran statemen screenshot ucapannya di group WhatsApp keluarga besar SAS itu. Erli Hasim pun mengakuinya bahwa memang tulisan dan pernyataan dia.

Namun, ia berdalih, tak bermaksud melecehkan profesi wartawan.

Erli Hasim pun lantas mengurai awal persoalan, katanya, polemik bermula dari hasil kunjungan kerja komisi C DPRK Simeulue tentang temuan dugaan proyek fiktif Simpang Batu Ragi arah Simpang Patriot.

Mencuatnya dugaan proyek fiktif tadi membuat orang nomor satu di Simeulue itu gerah. Ia pun menuding pemberitaan oknum wartawan tanpa konfirmasi.

“ Sebenarnya kita tidak ada niat sedikitpun melecehkan wartawan. Tapi oknumnya. Jadi, jangan dipahami kalimat itu kepada wartawan secara menyeluruh. “Begitu ucapakan Erli Hasyim kepada sejumlah wartawan.

Karena ucapan dalam bahasa daerah kami, sebenarnya ada penekanan bahasa kepada oknum tertentu, bukan maknanya kepada seluruh profesi Wartawan. Ujar Erli.

“Namun, jika ada kawan-kawan Profesi wartawan yang merasa tersinggung dengan ucapan saya. Atas nama pribadi dan Pemerintah saya minta maaf. “Ucapnya. (zulfadli/Yudi)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS