example banner
13219 KALI DIBACA

2 Pembunuh ASN di Palembang Diancam Hukuman Mati

2 Pembunuh ASN di Palembang Diancam Hukuman Mati
example banner

PALEMBANG I Realitas – Jaksa Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan mendakwa 2 pembunuh aparatur sipil negara (ASN) di Palembang dengan pasal pembunuhan berencana. Keduanya terancam hukuman mati.

Dakwaan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Murni dalam persidangan pertama di Pengadilan Negeri (PN) Palembang,Kamis (13/2/2020) Kedua terdakwa yaitu Mgs Yudi Thama Redianto (41), dan M Ilyas Kurniawan (26).

Dalam surat dakwaan, Jaksa menuturkan pembunuhan yang dilakukan kedua terdakwa dilatari oleh permasalah utang-piutang.

“Pada waktu itu terdakwa Yudi mendatangi rumah korban, Apriyanita (50) di Jalan Sriwijaya Dwikora II, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, dengan menggunakan 1 unit mobil Kijang Innova warna hitam nomor polisi B 1559 FIS dengan maksud akan menyelesaikan permasalahan hutang piutang,” ujar Murni.

Murni melanjutkan, kedua terdakwa dan korban lalu menuju bank untuk menarik sejumlah uang.

Dalam perjalanan setelah mengambil uang dari bank, korban meminta uang yang telah dipinjam terdakwa Redianto sejumlah Rp154 juta agar dikembalikan.

Namun saat itu terdakwa hanya menyerahkan uang sebesar Rp15 juta, sehingga korban menolak menerima karena ingin menerima pembayaran utang utuh.

Masih di dalam mobil terdakwa, keduanya terlibat cekcok mulut. Terdakwa Redianto lalu membawa mobil itu menuju rumah pamannya, Novari yang berprofesi sebagai tukang gali kubur di TPU Kandang Kawat.

Terdakwa kemudian meminta pendapat Novari untuk menyelesaikan masalah hutangnya, sementara korban enggan turun dari mobil, saat itu Novari menyarankan agar Redianto membunuh Apriyanita.

“Selanjutnya terdakwa Yudi mengajak terdakwa Ilyas dari rumah Novari masuk ke mobil lalu menuju ke arah Jalan Taman Kenten Palembang, posisi Ilyas berada di belakang terdakwa,” kata Murni.

Dalam perjalanan Redianto memberi kode untuk menghabisi nyawa korban, lalu terdakwa Kurniawan langsung menjerat leher korban dari belakang dengan seutas tali plastik yang sudah disiapkan Novari hingga korban akhirnya kehabisan napas dan tewas di mobil.

Kemudian Redianto mengarah ke TPU Kandang Kawat Lemabang, Palembang, untuk mengubur jasad Apriyanita. Agar mayat tidak tercium, akhirnya jenazah ditimbun memakai cor semen.

“Atas perbuatan kedua terdakwa, dapat diancam sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 340 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan atau pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,” ujar Murni.

Setelah mendengar pembacaan dakwaan, kuasa hukum terdakwa dari Posbakum PN Palembang tidak mengajukan eksepsi. Majelis hakim memutuskan sidang akan dilanjutkan pada Kamis (20/2/2020) dengan agenda menghadirkan saksi-saksi.(IN/Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS