example banner
29819 KALI DIBACA

Awwaluz Zikri Dosen IAIN Langsa Raih Pridikat Doktor Samu Camlaude Dari Universitas Al-Azhar

Awwaluz Zikri Dosen IAIN Langsa Raih Pridikat Doktor Samu Camlaude Dari Universitas Al-Azhar
example banner

Langsa I Realitas – Awwaluz Zikri Dosen IAIN Langsa Raih Pridikat Doktor Samu Camlaude Dari Universitas Al-Azhar.

Awwaluz Zikri, putra Aceh kelahiran Langsa yang tercatat sebagai mahasiswa Indonesia asal Aceh berhasil mempertahankan disertasi Doktoralnya dan mendapatkan Gelar Doktor Summa Cumlaude Bidang Keuangan Kontemporer dari Universitas Al Azhar Mesir, Rabu (12/1).

Menurut Ustadz Awwaluz Zikri yang juga sebagai salah satu Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, kepada wartawan, Jumat (17/1/2020) menyatakan bahwa raihan gelar Doktoral dengan predikat tertinggi dari Universitas Al-Azhar merupakan anugerah yang musti disyukuri.

Teks foto :
Dr Awwaluz Zikri Lc MA, saat meraih Doktor dengan predikat tertinggi (Samu Camlaude) di Universitas Al-Azhar, Rabu (12/1) lalu.

 

Awwaluz Zikri menulis disertasi lebih dari 750 halaman dengan judul ‘Metode Pemisahan Harta Haram Yang Tercampur dengan Yang Halal dan dalam sistem Transaksi Keuangan Kontemporer; Kajian Fikih Perbandingan”.ucapnya

Lanjutnya, dimana Prof. Dr. Abdel Fattah Abdullah el barsyumi, Guru Besar Fikih Perbandingan di Universitas Al-Azhar Kairo bertindak sebagai promotor.

Sedangkan Prof. Dr. Mohammad Ali Ali Madkour, Guru Besar Fikih Perbandingan bertindak sebagai promotor Kedua.

Adapun Prof. Dr. Mabrouk Abdel Adziem, Guru Besar Hukum Islam di Fakultas Hukum di Universitas Bani Suef, bertindak sebagai Penguji, dan Prof. Dr. Abdel Ghani Abdel Fattah Ganiem, Guru Besar Fikih Perbandingan di universitas Al Azhar, bertindak sebagai Penguji Internal.

“Hal-hal yang mengemuka dalam sidang Disertasi tersebut diantaranya tentang harta yang diperoleh dengan haram adalah harta yang buruk, pemiliknya harus segera bertaubat kepada Allah SWT”,jelas sang Ustadz Awwaluz.

Kendati demikian, adapun mekanisme pemisahan harta haram yang bercampur dengan harta halal adalah tergantung jenis harta tersebut apakah ia Al Mal Al Mitsli yaitu harta yang memiliki kesamaan harga dengan yang serupa dengannya seperti harta yang dijual dengan timbangan ukuran berat, panjang, atau mata uang, maka pemisahannya dengan kadarnya atau harta tersebut termasuk dalam kategori Al Mal Al Qimy yang memiliki harga yang berbeda pada setiap satuannya.

Adapun mekanisme pensuciannya bagi mereka yang bertaubat dari harta haram maka dilihat dari beberapa kondisi yaitu jika harta tersebut diraih dengan kezhaliman seperti mencuri, menipu, meribakan utang, maka mesti dikembalikan kepada pemiliknya atau ahli warisnya.

Jika tidak lagi dijumpai maka diarahkan kepada hal yang bermanfaat bagi kaum muslimin atau disedekahkan kepada fakir miskin.

Kecuali jika harta tersebut dari jenis harta haram pada zatnya maka harta tersebut mesti dimusnahkan dan kesemuanya itu berdasarkan ketentuan-ketentuannya yang rinci.

Dijabarkan oleh Awwaluz, poin penting dalam disertasi ini adalah bahwa harta haram yang berada dalam genggaman siapapun hakikatnya tidak masuk dalam kepemilikan seseorang, baik karena sifat harta tersebut yang khabits (buruk), maupun karena harta tersebut mesti dikembalikan kepada sang pemiliknya.

“Penggunaan harta haram dapat mencelakakan pribadi, ekonomi bangsa dan juga masalah sosial.

Karena itu siapapun yang menguasai harta haram hendaknya segeralah bertaubat kepada Allah Swt.” paparnya.

Disertasi ini sangat istimewa ditinjau dari segala sisi, baik dari gaya bahasa, nukilan ayat-ayat Alquran dan Hadis, serta penyebutan referensi pendapat-pendapat ulama fikih secara kongkrit dan detail.

Lebih dari itu, Dr. Awwaluz zikri juga berpegang dengan 500 sumber kitab. Jumlah ini tidak hanya cukup menulis sebuah disertasi namun juga cukup untuk ensiklopedi ilmu fikih.

Melalui karya ilmiahnya, sahabat Ustadz Abdul Somad (UAS) ini akrab disapa Abu Muaz ini berupaya menghubungkan riset para Ulama Fikih dengan sistem keuangan modern.

“Banyak dari transaksi keuangan modern belum pernah dikenal pasti sebelumnya, sebagian telah bercampur dengan hal-hal yang melanggar hukum Islam.

Karena itu perlu ditemukan solusi untuk mendeteksi sekaligus membersihkan harta dari perkara yang haram. Riset perlu dilakukan dengan menyelami hukum transaksi keuangan Islam, serta membandingkan pendapat para ulama fikih terkait,” tegasnya.

Secara umum disertasi berjumlah 750 halaman tersebut membahas lima hal berikut, penjelasan maksud harta yang haram, jenis dan sumbernya, penjelasan terkait Syubhat (perkara-perkara samar-samar yang tidak diketahui hukumnya secara pasti, tingkatan syubhat, sumber dan cara membersihkan harta dari syubhat.

Selanjutnya, proses percampuraan harta yang halal dan haram dalam transaksasi keuangan modern serta sebabnya. Mekanisme mendeteksi dan memisahkan harta yang bercampur antara halal dan haram. Prosedur membersihkan harta yang haram, serta tindakan syar’i dan tidak syar’i dalam mengalokasikannya.

Dr Awwaluz Zikri Lc Ma adalah warga asli Kota Langsa, Aceh, lahirkan 13 September 1979 M lalu, pendidikan Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) Ponpes Madrasah Ulumul Quran Langsa – Aceh pada tahun 1998. Universitas Al-Azhar Mesir, studi di Universitas Al-Azhar dan memperoleh gelar Licence (S1) pada tahun 2002 dengan nilai rata-rata Jayyid Jiddan. S2 di Universitas Al Azhar pada Fakultas Syariah Jurusan Fikih Perbandingan Mazhab dan diselesaikan pada tahun 2010 dengan Thesis yang berjudul: “Dirasah wa Tahqiq Min Makhthuth Minah Al Ghaffar Syarh Tanwir Al Abshar lil ‘Allamah Syamsiddin At Tumurtasyi Al Hanafi (w. 1004 H)” setebal 675 halaman dengan predikat Cum-Laude.

Lalu melalui beasiswa dari LPSDM Aceh di tahun 2014, beliau melanjutkan studi S3 di Universitas Al-Azhar, Fakultas Syariah di Jurusan yang sama dan berhasil meraih gelar Summa Cum Laude.

Sejak belajar di MUQ Langsa hingga ke Mesir, Dr. Zikri telah menuai segudang prestasi baik di bidang akademik maupun seni.

Tercatat Dr. Awwaluz Zikri beberapa kali meraih juara umum baik di Tsanawiyah maupun Aliyah serta meraih predikat tertinggi di Universitas Al-Azhar.

Tampak hadir dalam sidang Disertasi Kuasa Usaha ad interim, M Aji Surya, Atase Pendidikan KBRI Cairo, Dr Usman Syihab, Atase Perdagangan KBRI Cairo, Irman Adi Purwanto Moefthi beserta staf KBRI dan mahasiswa Indonesia di Kairo.

Berharap kedepan putra Asli Kota Langsa ini bisa berbuat banyak untuk kemajuan Kota Langsa dan mengembangkan ilmu yang telah didapat.

Ini ekpektasi besar dan ilmu bermaanfaat bagi Kota Langsa, jangan sampai diambil oleh Kota lain, jadikan Dr Awwaluz Zikri Lc Ma sebagai penerang di Kota Langsa demi kemajuan berdabadan Islam menuju masa keemasan. (Rapian/Yudi)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS