Suami Tikam Istri Berkali-kali hingga Nyaris Tewas di Langkat

oleh -193.759 views

LANGKAT I Realitas – Seorang suami tega menikam istrinya berkali-kali hingga nyaris tewas. Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi setelah keduanya cekcok mulut di rumah mereka di Desa Padang Tualang, Kecamatan Pada, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Akibat kejadian tersebut, korban bernama Nur Aprida (25), mengalami delapan luka tusuk di bagian tangan, paha, dan perut. Beruntung nyawa korban masih bisa diselamatkan setelah dilarikan warga ke rumah sakit.

Hingga Kamis (5/12/2019), ibu dua orang anak ini mendapat perawatan intensif di Ruangan Cempaka Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpura. Sementara pelaku telah dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Padang Tualang.

Menurut korban, penikaman itu berawal saat Minggu malam (1/12/2019), sekitar pukul 10.30 WIB. Korban terlibat pertengkaran mulut dengan suaminya.

BACA JUGA :  KANA Desak Bupati Aceh Timur Segera Lantik Geuchik Terpilih Sesuai Dengan Putusan MK

Setelah pertengkaran itu, korban melihat sang suami mengasah pisau, lalu menyimpan di bawah bantal. Saat akan tidur, suami korban kembali mengajak ribut. Saat itulah pelaku menikam Nur Aprida dengan pisau tanpa ampun sehingga korban luka parah dan bersimbah darah.

“Kami berantam baru, belum lama. Saya kan pulang jam 6, kejadiannya kan jam 11. Setelah cekcok mulut, saya diam. Dia duduk, trus ngasah pisau dan disembunyikan di bawah bantal. Habis itu dia mancing berantam lagi dan saya ditikam,” kata Nur Aprida, Kamis (5/12/2019).

Nur Aprida mengatakan, suaminya berusaha menikam perutnya berkali-kali. Namun, dia mencoba melawan. Akibat penikaman itu, tangannya juga terkena tusukan pisau. “Saya tahan pakai tangan saya waktu dia menikam, dia kan di atas saya, makanya tangan saya luka-luka kena tikaman juga,” kata korban.

BACA JUGA :  KANA Desak Bupati Aceh Timur Segera Lantik Geuchik Terpilih Sesuai Dengan Putusan MK

Kasus penganiayaan ini akhirnya diketahui warga yang beramai-ramai ke rumah korban. Warga berusaha menangkap suami korban setelah penikaman itu, tapi pelaku berhasil kabur. Korban selanjutnya membuat laporan pengaduan ke polisi. Namun, sampai saat ini polisi masih mengejar suami korban.

Saat ini, korban berharap agar polisi berhasil menangkap suaminya. Dia meminta polisi memproses hukum pelaku dengan adil sesuai dengan perbuatannya. “Buatlah dia merasakan sakit sesuai dengan perbuatannya kepada saya,” ujarnya.(IN/Red)