146919 KALI DIBACA

Dinas Pertanian Agara Diduga Kembali Mark-Up Harga Satuan Bebek “Kontraktor Raup Keuntungan Milyaran Rupiah

Dinas Pertanian Agara Diduga Kembali Mark-Up Harga Satuan Bebek  “Kontraktor Raup Keuntungan Milyaran Rupiah
Ketua Lsm Lp2im Agara
example banner

Kutacane I Realitas – Dinas Pertanian Agara Diduga Kembali Mark-Up Harga Satuan Bebek “Kontraktor Raup Keuntungan Milyaran Rupiah, Lagi-lagi Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara diduga kembali melakukan mark-up harga satu bebek, pasalnya, pengadaan bebek tersebut diduga tak sesuai dengan spesifikasi, dewasa ini kembali CV. Beru Dinam merupakan salah satu pemenang tender dalam pengadaan bebek, namun dalam pengadaan bebek besar diduga adanya sarat dengan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Hal itu berdasarkan pada web Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Aceh Tenggara, proyek yang dikerjakan CV. Beru Dinam tercatat memiliki pagu anggaran sebesar Rp 8,8 milyar.

Kendati dalam pengadaan bebek-bebek tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi serta diduga terjadi mark-up satuan harga.

Salah satu pengiat lsm lembaga pengembangan potensial intelektual muda Aceh Tenggara (LP2im). M.Sopian Desky SH kepada media realitas pada Minggu (8/12/2019) mengatakan, Lp2im menilai terjadinya mark-up anggaran dilakukan oleh pihak Dinas Pertanian Agara dalam pengadaan itik, hal itu dilihat dari itik yang dibagikan, diduga kuat tidak sesuai dengan nilai harga satuan itik per ekor 104.000.

Sementara harga itik induk petelur hanya Rp. 55.000- Rp 57.000 per ekor untuk umur 4,5-5 bulan, akan tetapi nyatanya pakta dilapangan itik yang dibagikan kekelompok ternak hanya rata-rata umur 3,5 bulan dengan harga per ekor hanya Rp. 40.000- 45.000, berdasarkan pakta sangat jelas Dinas Pertanian Agara telah melakukan korupsi berencana demi meraup keuntungan pribadi mengingat proyek pengadaan itik tersebut adalah merupakan dana aspirasi Anggota DPRK Agara tahun 2019,

Dijelaskannya, “CV Beru Dinam berhasil menang paket proyek ini karena orang dekat Bupati Agara, karena pada tahun 2018 yang lalu, CV. Beru Dinam juga merupakan pemenang proyek pengadaan bebek, ” ada apa dengan CV.Beru Dinam.

Ternyata kontraktor pengadaan itik itu adik ipar Bupati Raidin pinim. Untuk itu kita berharap kepada pihak penegak hukum agar segera mengusut Dinas Pertanian Agara dan CV pelaksana atas dugaan mark-up anggaran mencapai 2 milyar tandasnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi PPTK Dinas Pertanian. Marhalim Sp beberapa waktu lalu kepada media realitas mengatakan, pada saat ini kita sudah menyalurkan itik tersebut mencapai 70 %, mungkin dalam minggu ini kembali kita salurkan 30% lagi, nah, untuk kelompok yang mendapatkan hanya 169 kelompok, dari 15 kecamatan yang ada di Agara, hanya satu kecamatan yang tidak dapat, yaitu, kecamatan Lauser, mengenai harga itik kecil dan besar itu sudah sesuai dengan spesifikasi singkatnya (Sumardi/Yudi)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS