Wakil Bupati Serdang Bedagai H Darma Wijaya Hadiri Peringatan Santri Tahun 2019

oleh -138.759 views

Serdang Bedagai I Realitas – Wakil Bupati Serdang Bedagai H Darma Wijaya Hadiri Peringatan Santri Tahun 2019, Wakil Bupati H.Darma Wijaya hadiri Hari Peringatan Santri pada Selasa, 22 Oktober 2019 di Lapangan sepak bola Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah.

Tampak, Wakil Bupati Serdang Bedagai sebagai Pembina Upacara pada hari Santri di Upacara tersebut yang diikuti Kepala Kementerian Agama Serdang Bedagai H.DR Sarmadan Nur Siregar,M.Pd, Asisten Ekbangsos Serdang Bedagai Ir. Kaharuddin,
Kepala Bagian Kesra Serdang Bedagai Arianto, S.Pd, M.Si, Camat Sei Rampah Nasaruddin Nasution S.Sos, M.M., Ketua MUI Serdang Bedagai H. Lukman Yahya serta para pimpinan Ponpes.

Peserta dari pondok Pesantren Zakiun Nazah, Ponpes Imam Muslim, Ponpes Darul Mukhlisin dengan Muhammad Aldi Fauzan santri dari Ponpes Darul Mukhlisin.

BACA JUGA :  Ketua LSM KANA Muzakkir : APH Segera Usut Tuntas Dugaan Hilangnya Aset Negara Milik Dinas Pendidikan Aceh Timur

Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin yang dibacakan oleh Wakil Bupati H Darma Wijaya menyampaikan bahwa menekankan besarnya daya pesantren sebagai laboratorium perdamaian.

Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam yang rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama.

Setidaknya ada Sembilan alasan dan dasar mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian.

Pertama, kesadaran harmoni beragama dan berbangsa mengingat kalangan santri berperan sangat besar sejak masa penjajahan, perebutan kemerdekaan hingga melawan disintegrasi yang coba merongrong NKRI.

Kedua, kebiasaan mengaji dan mengkaji dalam sistem pembelajaran pesantren yang membuat santri dididik untuk belajar menerima perbedaan namun tetap bersandar pada sumber hukum yang otentik. Ketiga, prinsip khidmah (pengabdian) para santri, yang merupak ruh dan prinsip loyalitas santri yang dibingkai dalam paradigma etika agama dan realitas kebutuhan sosial.

BACA JUGA :  Ketua LSM KANA Muzakkir : APH Segera Usut Tuntas Dugaan Hilangnya Aset Negara Milik Dinas Pendidikan Aceh Timur

Keempat santri yang dididik dalam semangat kemandirian. Kelima, tumbuhnya gerakan komunitas kesenian dan sastra di pesantren juga jadi alasan lain mengapa keindahan, harmoni dan kedamaian bisa tumbuh dalam kehidupan santri.

Lalu yang keenam santri juga berproses dalam iklim diskusi yang sehat.
Ketujuh, pesantren juga mengakomodasi para santri untuk mengembangkan kearifan lokal untuk menghadapi tantangan arus zaman yang semakin pragmatis dan materialis. (J.Irwansyah/Yudi)