20219 KALI DIBACA

Sempat Dikabarkan Hilang, Tiga Nelayan Aceh Ternyata Terdampar di Kepulauan Andaman India

Sempat Dikabarkan Hilang, Tiga Nelayan Aceh Ternyata Terdampar di Kepulauan Andaman India
example banner

BANDA ACEH I Realitas – Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan tiga nelayan asal Aceh Timur yang sebelumnya sempat dikabarkan hilang kontak saat melaut dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Athiya 02 berkapasitas 7 GT sejak 20 September 2019 diketahui terdampar ke Pulau Andaman, India.

Anggota DPRA Iskandar Usman Al-Farlaky menunjukkan foto tekong kapal Athia 2 dan foto kapal yang dilaporkan hilang 20 hari lebih saat menggelar konferensi pers di Media Center DPRA, Jumat (11/10/2019) siang.(FOTO. IST)

Identitas ketiga nelayan tersebut yakni Munazir (33) selaku Nahkoda serta Kaha (33) dan Man (20) sebagai Anak Buah Kapal (ABK).

“Informasi yang kami peroleh dari staf KBRI di India menyampaikan satu kapal penangkap ikan asal Indonesia ditangkap oleh coast guard Andaman sekitar 10-15 hari lalu dan telah diserahkan ke kepolisian setempat.

“Posisi ketiga nelayan saat ini adalah di penjara,” kata Iskandar

Hal tersebut disampaikan Iskandar Usman Al-Farlaky saat menggelar konfrensi pers, Jum’at (11/10/2019) yang berlangsung di Media Center DPR Aceh.

“Menurut informasi KBRI di India, kemungkinan besar kapal yang ditangkap tersebut sama dengan KM Athiya 02,” ujarnya.

Nelayan tersebut diduga hanyut terbawa arus ke wilayah Andaman ketika perairan Aceh ditutupi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah di Indonesia.

Sehingga mereka tidak bisa kembali  kedaratan dan tersesat hingga terdampar ke perairan Andaman, India.

“Menurut informasi saat ini keberadaan ketiga nelayan Aceh itu, sedang ditanggani oleh bagian protokol dan konsuler KBRI di India,” ujar Iskandar.

Ia juga sudah meminta staf KBRI di India untuk bertemu langsung dengan ketiga nelayan itu.

Hal tersebut pelu dilakukan untuk memastikan keadaan ketiga nelayan itu dalam keadaan baik-baik saja, ujar Iskandar.

“Jangan sampai ketiga nelayan itu bernasib sama dengan Zulfadli, nelayan asal Aceh Timur yang meninggal setelah ditahan di Myanmar,” ungkapnya.

“Masih ada kawan Zulfadli satu lagi, yaitu tekong kapal Bintang Jasa atas nama Jamaluddin yang  ditahan di Kauthaung, Myanmar. Kita sudah berkomunikasi dengan berbagai lintas stakeholder, termasuk Dinas Sosial, Dinas Perikanan, termasuk kementerian serta pihak Kedubes RI di sana agar Jamaluddin dilepaskan,” terang Iskandar.

Terkait tiga nelayan asal Aceh Timur yang dilaporkan ditahan di Andaman, Iskandar mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak KBRI, Dinas Sosial Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, agar sama-sama melakukan advokasi.

Sehingga diharapkan ketiga neyalan tersebut bisa segera dipulangkan ke Aceh dalam keadaan selamat dan dapat berkumpul dengan keluarga kembali.

“Nelayan kita bukan dengan sengaja masuk ke perairan Andaman, India, tapi karena faktor alam sehingga mereka terbawa arus dan terdampar ke Andaman,” pungkas Politisi Partai Aceh. (Acst/Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS