ACEH TIMUR I Realitas – Nelayan Aceh Timur mengeluh dan tidak bisa melaut selama 15 hari terakhir ini akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi di nelayan Idi Rayeuk dan Idi Cut, Kabupaten Aceh Timur.
Menindak lanjuti keluhan dalam laporan masyarakat Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma langsung berkoordinasi dengan kepala Pertamina Teminal BBM Lhokseumawe. Kamis (10/10/2019).
Setelah Senator Aceh H Sudirman melakukan koordinasi dengan Gunair selaku kepala Pertamina Terminal BBM Lhokseumawe.
“Mereka mengatakan selot yang di kirimkan sesuai mekanisme dan aturan dan tidak ada pengurangan serta di kirimkan data selot kepada saya jumlah pasokannya, tanggal 3,4,7,8 Oktober dikirim 8 KL per hari. Namun untuk tanggal 9 Oktober 2019 tidak terkirim karena Armada Mobil Tangki 6 Unit Rusak dan baru bisa dikirim hari ini 8 KL kusus daerah Kuala Idi,” kata Haji Uma kepada awak media hasil koordinasi dengan Gunair Dirut Pertamina Terminal Lhokseumawe.
Menanggapi hal tersebut Haji Uma meminta kepada pihak Dirut Pertamina untuk melakukan pengontrolan kelapangan dan pegawasan pada saat pendistribusian minyak.
“Kenapa perlu untuk melakukan pengontrolan kelapangan, supaya kita bisa mengetahui apakah ada penyelewengan di lapangan dan yang kedua kalau memang butuh penambahan silakan lagi mengajukan penambahan kouta ke pertamina Induk,” kata Haji Uma.
Haji Uma berharap kepada pihak pertamina dan terkait untuk segera menyelesaikan persoalan kelangkaan BBM bersubsidi tersebut supaya aktivitas ekonomi masyarakat dan nelayan tidak terganggu.
Lanjutnya, “Kita berharap aktifitas Nelayan jangan sampai terganggu untuk menumbuhkembangkan ekonomi masyarakat dan untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,” ujar Haji Uma.
Sebelumnya Bukhari (45) salah satu masyarakat Aceh Timur mengatakan Sudah sekitar 15 hari nelayan kuala Idi Cut dan idi kesulitan mendapatkan BBM solar sehingga nelayan tidak bisa melautmelaut dan ini melaporkan kepada Anggota DPD RI H Sudirman untuk diadvokasikan.
“Aktivitas melaut nelayan terhenti total karena tidak ada BBM solar, kami meminta kepada pertamina dan pihak terkait untuk segera menyelesaikan persoalan ini, karena kelangkaan Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar langka di Aceh Timur. Akibatnya, menghambat aktivitas nelayan untuk melaut, dan pengguna kendaraan yang menggunakan BBM solar,” kata Bukhari. (Dtc/Red)



