“Kemudian tersangka IG ini merekrut pelaku atau eksekutor lainnya, mereka adalah WRSN, WRD, PJ, dan BJ,” ujar Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki, Jumat (27/9/2019),Setelahnya, pembunuh bayaran dan DRH mengajak korban mengunjungi dukun untuk kepentingan ritual di padepokan milik tersangka IG di kawasan Hutan Lindung daerah Cikawung-Cikamurang,Di lokasi, mereka menemui seorang dukun yang diperankan tersangka WRSN.
“Tersangka IG bersama korban berangkat dengan menggunakan mobil Toyota CAMRY milik korban ke TKP dan diikuti para tersangka lainnya dengan menggunakan dua unit sepeda motor,” ucap Yoris,Setibanya di lokasi, pembunuh bayaran sontak membacok dan memukul korban menggunakan batu besar pada kepala belakang seraya disiksa secara membabi buta.

“Setelah meninggal, pelaku menghubungi tersangka DRH bahwa anaknya sudah berhasil dieksekusi, para eksekutor ini juga mengambil barang-barang milik korban,” terangnya,Pelaku itu lalu meninggalkan korban di tengah hutan, mereka menutupi mayat korban dengan dedaunan kering untuk menutupi jejak.
“Setelah beres, pelaku meminta uang imbalan, DRH pun memberikan uang sebesar Rp 20 juta kepada pelaku,” ujar dia,Dalam kejadian itu, polisi juga menyita barang bukti berupa, satu unit mobil toyota camry, dua unit sepeda motor, satu bilah golok, satu buah baju koko warna biru, satu buah peci hitam, satu buah sarung merah, dua buah batu kali, satu buah celana training merah,Lanjut Kapolres, satu buah kaos hitam, uang tunai Rp 1,7 juta, buku tabungan Bank BRI, satu unit gadget, satu buah celana jeans biru, satu buah sweter merah.
“Para pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 365 ayat (4) Jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjaran seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” ujar Kapolres,Sementara itu alasan DRH yang ingin membunuh anak kandungnya itu karena sering dimintai uang dan harta warisan tanah,DRH juga mengaku merasa geram lantaran sikap anak kandung yang selalu mengancam akan membunuhnya apabila permintaannya itu tidak dipenuhi.
Kasus dua jenazah terpanggang dalam mobil di Sukabumi terungkap,Kedua korban pembunuhan tersebut adalah ayah dan anak asal Jakarta Selatan,Hal itu disampaikan langsung Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi saat dikonfirmasi.
“Kedua korban beralamat dari Lebak Bulus 1 Kavling 129 B Blok U15, RT 03/05, Lebak Bulus Jakarta Selatan,” kata Nasriadi dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (26/8/2019) malam,Dia memaparkan bahwa dua korban ayah dan anak ini berjenis kelamin laki-laki.
Yakni Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili umur 54 tahun dan M. Adi Pradana alias Dana umur 23 tahun,Kini, pihak kepolisian telah menangkap otak dibalik pembunuhan dua jenazah terpanggang,Polisi juga telah mengungkap motif pelaku melancarkan aksinya,Mobil terbakar di Kampung Bondol, Desa Pondokkaso, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy) Otak pelaku ini diamankan di kawasan Jakarta pada Senin (26/8/2019) siang tadi.

“Iya betul, saya yang pimpin nangkap tadi,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Senin (26/8/2019) malam,Dia menjelaskan bahwa otak pelaku ini merupakan wanita berinisial AK berumur 35 tahun,Kedua korban yang hangus terbakar dalam mobil, kata dia, juga ada keterikatan keluarga dengan otak pelaku ini.
“Dia adalah Istri dari korban Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan merupakan ibu tiri dari korban M. Adi Pradana alias Dana (23),” kata Nasriadi,Dia menjelaskan kasus pembunuhan ini diduga dilatarbelakangi oleh permasalahan keluarga dan soal utang piutang,AK menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh suami dan anak tirinya yang berasal dari Lebak Bulus 1, Kavling 129 B Blok U 15, RT 03/05, Lebak Bulus, Jakarta Selatan tersebut.
“Motifnya adalah tersangka saudari AK menyewa eksekutor untuk membunuh suaminya Edi Candra dan anak tirinya Dana karena masalah rumah tangga dan hutang puitang,” ungkapnya,Sebelumnya diwartakan, identitas dua jenazah terpanggang di dalam mobil Toyota Calya, Minggu (25/8/2019) masih jadi misteri,Dua jenazah terpanggang di dalam mobil ditemukan di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat sekira pukul 12.00 WIB,Keberadaan dua jenazah terpanggang itu diketahui warga setelah kobaran api yang membakar mobil tersebut mulai mengecil,Kejadian mobil terbakar berisi dua jenazah itu pun sontak membuat warga kaget.(Tribun/Red)

