15419 KALI DIBACA

Bocah 4 Tahun di Bogor Tewas Dianiaya Ibu Tiri Hingga Tengkoraknya Retak

Bocah 4 Tahun di Bogor Tewas Dianiaya Ibu Tiri Hingga Tengkoraknya Retak
example banner

Bogar I Realitas – Bocah 4 Tahun di Bogor Tewas Dianiaya Ibu Tiri Hingga Tengkoraknya Retak SU, balita berusia 4 tahun di Bogor, Jawa Barat, tewas akibat dianiaya ibu tirinya.SU meninggal dunia setelah menjadi pelampiasan kekesalan ibu tirinya berinisial ZFL (20),Saat ini ZFL telah diamankan polisi. L ditangkap polisi di rumahnya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat,SU tewas dengan tubuh penuh luka lebam akibat dianiaya ibu tiri di kediamannya.

Kasus penganiayan terhadap SU terungkap ketika korban dibawa ke Puskesmas Mekarwangi dalam kodisi sudah meninggal dunia Petugas puskesmas curiga lantaran kondisi tubuh korban penuh luka lebam sehingga dilaporkan kepada aparat kepolisian Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui korban tewas setelah dianiaya ibu tirinya ZFL saat berada di rumah Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Niko N Adiputra mengatakan, tersangka sudah sering menganiaya korban Menurutnya, korban jadi pelampiasan tersangka jika sedang kesal.

“Iya ini kan dia (tersangka ZFL) di usia 20 tahun mengurus dua orang anak, satu anak kandung usia 1,5 tahun dan satu anak tiri usia 4,8 tahun. Nah kalau dia kesal dia lampiaskan ke anak tirinya ini,” ujar AKP Niko di Mapolres Bogor, Kamis (19/9/2019) Polisi juga membeberkan perilaku kejam tersangka yang dilakukan kepada anak tirinya yang masih berusia balita.Tubuh gadis kecil tersebut sudah sering menerima pukulan dari ibu tirinya.

Pengakuan tersangka kepada polisi, ZFL kesal kepada anak tirinya karena buang air kecil dan buang air besar di celana Tanpa pikir panjang, ZFL pun langsung menganiya korban hingga akhirnya meninggal dunia, Rabu (11/9/2019) lalu.

Korban dianiaya dengan cara mencubit sebanyak tujuh kali dibagian tangan, paha, dan betis korban,Tak hanya dicubit, korban juga dipukuli dan kepalanya dibenturkan ke dinding oleh tersangka ZFL.

“Iya jadi kalau anak ini membuat kesal pelampiasannya kepada anak tirinya ini, terakhir kali itu karena ada kekesalan dia tarik rambutnya dia jambak lengannya cubit dadanya dibenturkan kepalanya ke tembok,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser saat pers rilis di Mako Polresta Bogor Kota Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Kamis (19/8/2019).

Akibat tindakan ibu tirinya tersebut, tulang tengkorak SU retak.

Ia melanjutkan, terakhir kali tersangka menganiaya korban, Rabu (13/9/2019) pukul 01.30 WIB diri hari,Akibatnya, fisik korban menjadi drop dan suhu tubuhnya naik hingga mengalami kejang-kejang.

Korban dinyatakan sudah meninggal dunia ketika dibawa ke puskesmas untuk diperiksa,Atas perbuatannya tersebut ZFL disangkakan pasal 76C junto pasal 80 ayat 3 UU RI nomer 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomer 23 tahun 2002 “Ancaman hukumannya 15 tahun kurungan penjara,” ujarnya.

Ibu kandung SU, Rida Ramhayanti (31) warga Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor sempat bermimpi jika putri kandungnya tersebut minta digendong.Rida menceritakan selama tiga tahun sejak September 2016 hak asuk anak kandungnya dimiliki mantan suami dan ibu tiri SU.

Sejak saat itu Rida pun tak pernah lagi berkomunikasi dengan sang anak,Untuk mengobati rasa rindunya dengan anaknya itu ia selalu berkomunikasi dengan keluarga mantan suami.

“Saya sangat sedih karena anak enggak ikut sama saya kan sejak beberapa tahun dari lahir saya komunikasi sama keluarga mantan suami sama adik ipar saya, minta dikirim foto dan lihat dari foto,” katanya saat ditemui di Mako Polresta Bogor Kota, Jumat (13/8/2019) usai diperiksa sebagai saksi,Bukan tidak ingin bertemu dengan sang buah hati.Namun setiap Rida ingin bertemu buah hatinya selalu dilarang mantan suaminya.

Meski demikian, Rida menilai sang suami sangat sayang kepada anaknya itu “Iya walaupun wataknya keras tapi dia sayang banget sama anak,” ucapnya Rida menceritakan, tga hari sebelum anaknya meninggal dunia, ia sempat bermimpi jika putrinya itu minta digendong.

“Tiga hari lalu, dia tuh kaya pengen di gendong saya terus, baru sekali mimpi sudah lama saya enggak mimpi dia, terus tiba-tiiba mimpi minta digendong,” katanya Mengenai peristiwa yang dialami anak kandungnya, ia tak menyangka ibu tiri SU tega melakukan hal tersebut Rida mengetahui kejadian tersebut pada malam hari ketika dihubungi keluarga mantan suaminya.

“Malam pukul 20.00 WIB ditelepon suruh datang ke Pagelaran ke rumah mertua, terus ke rumah sakit, saya ke rumah sakit lihat secara langsung kondisi anak saya banyak luka-luka bam di sekujur tubuhnya gitu,” katanya dengan suara lirih Ia pun berharap pihak kepolisian menghukum tersangka dengan hukuman seberat-beratnya,”Saya maunya dihukum seberat-beratnya tersangka ibu tirinya itu ya,” katanya.(Tribun/Realitas)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS