11619 KALI DIBACA

Suami Menjual Istrinya Yang Lagi Hamil Empat Bulan, Dibekuk Angota Jatanras Polrestabes Surabaya

Suami Menjual Istrinya Yang Lagi Hamil Empat Bulan, Dibekuk Angota Jatanras Polrestabes Surabaya
example banner

Kediri I Realitas – Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali mengungkap kasus suami menjual istri kepada hidung belang untuk layanan seks.

Kali ini, seorang laki-laki asal Kediri yang menjual istrinya melalui grup Facebook sedulur wik wik crew dan sensasi tukar istri.

Seorang laki-laki yang sangat tega menjual istrinya itu lagi hamil empat bulan bernama Dian Tri Susilo (20), warga Dusun Balong Jeruk, RT 03 RW 01, Kelurahan Balong Jeruk, Kecamatan Kunjang, Kediri.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni menjabarkan dalam mencari pelanggan, pelaku memposting status di akun pribadi dan di dua grup Facebook. Dan saat ditangkap, mereka akan melayani tamu di Surabaya dengan tarif Rp 2 juta rupiah.

Tersangka menjual istrinya berinisial DR (16) yang sedang hamil empat bulan untuk bermain seks dengan pria hidung belang yang memesan layanan tersebut.

Mirisnya, pria yang kesehariannya berdagang bakso itu sengaja menawarkan sang istri yang sedang hamil empat bulan itu dengan harga Rp 100 ribu rupiah.

Bahkan, kegiatan seksual itu dilakukan dirumahnya yang biasanya ditempati baik orang tua dan kedu anaknya.

“Pelaku juga menulis status di FB pasutri Kediri dan juga mencantumkan nomor HP di profil Facebook pelaku bernama Dian Tatoink,” kata Ruth Yeni, Rabu (14/8/2019).

“Dalam motifnya, antara tersangka dan tamu melanjutkan komunikasi melalui aplikasi WhatsApp dan memasang tarif 2 juta rupiah, serta mencari lokasi hotel,” imbuhnya.

Setelah transaksi Diel, tamu diminta membayar uang DP Rp 200 ribu rupiah. Setelah dibayar, pelaku dan istrinya meluncur Surabaya naik Bus dan turun di Terminal Bungurasih dan langsung menuju hotel.

Dari lokasi hotel yang digrebek, petugas melakukan penyitaan barang bukti berupa uang tunai Rp 500 ribu dan 1 unit handphone.

Dalam pengakuannya, Dian baru tiga kali melayani tamu. Dua diantaranya dilayani dirumahnya di Kediri.

Dengan dalih kebutuhan ekonomi, serta uangnya akan digunakannya untuk biaya hidup sehari hari katanya.

“Istri sedang hamil 4 bulan dan mulai gabung di grup dari bulan Mei 2019. Waktu sek dibayar 2 juta rupiah,” pungkasnya.(Rjlt/Red)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS