22219 KALI DIBACA

Prajurit Dua DP Menjalani Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Dan Mutilasi Di Pengadilan Militer 1-04 Palembang

Prajurit Dua DP Menjalani Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Dan Mutilasi Di Pengadilan Militer 1-04 Palembang
example banner

Palembang, I Realitas – Prajurit Dua DP menjalani sidang perdana kasus pembunuhan dan mutilasi di Pengadilan Militer I-04 Palembang, pada hari Kamis, (1/8/2019). Oknum anggota TNI Rindam II/Sriwijaya Baturaja tersebut didakwa melakukan pembunuhanberencana terhadap kekasihnya sendiri, Fera Oktaria (21).Oditur Mayor D Butar Butar mendakwa Prada DP dengan pasal berlapis, yakni 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan 338 KIHP tentang pembunuhan.”Kami menilai terdakwa merencanakan pembunuhan.

Terdakwa didakwakan Pasal 340 KUHP dan 338 KUHP,” Mayor D Butar Butar.Dakwaan pembunuhan berencana dikenakan kepada Prada DP setelah ada pengakuan dari yang bersangkutan. Prada DP sudah berniat dari jauh hari apabila Fera berselingkuh, maka akan dibunuh.Dalam fakta persidangan terungkap, rasa curiga dan cemburu menghinggapi Prada DP saat mengikuti pendidikan kejuruan Tamtama Infanteri di Rindam II/Sriwijaya. Meskipun rasa curiga Prada DP tersebut tidak beralasan.

Prada DP pun akhirnya memutuskan untuk melarikan diri dari pendidikannya kemudian menemui Fera yang bekerja sebagai kasir minimarket di Jalan Jenderal Sudirman Palembang. Kaburnya Prada DP dari pendidikan dibenarkan oleh Pembina Kejuruan Infateri Rindam II/Sriwijaya Sersan Satu Tri Irawan Basuki yang memberikan kesaksiannya.”Benar ada laporan warga saat itu ada siswa yang kabur dengan masih menggunakan baju loreng pada malam hari,” ujar Tri saat bersaksi.

Dari hasil penyelidikan Denpom 4/II Sriwijaya, DP kabur dengan memanjat dinding belakang kantin dan mengganti pakaian yang digunakan dengan mencuri baju milik warga di jemuran pada Jumat, (3/5/2019) malam. DP lalu meminta tolong kepada warga sekitar untuk diantarkan dari Baturaja ke Muaraenim untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Palembang.

Prada DP kemudian menumpang di indekos kawannya dan menghubungi korban untuk menjemputnya di kawasan Kertapati Palembang. Korban menjemput terdakwa dan kemudian keduanya pergi ke Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin untuk menginap di salah satu penginapan yang menjadi tempat kejadian perkara. Keduanya sempat berhubungan intim dan terjadi cekcok hingga akhirnya Prada DP gelap mata membunuh Fera kemudian memutilasinya. Sidang masih berlangsung dengan agenda mendengarkan keterangan 7 orang saksi yang dihadirkan. (Cino/Red/Ema)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS