13119 KALI DIBACA

Dua Warga Melapor Ke Polres Aceh Tamiang Setelah Diancam Pembunuhan

Dua Warga Melapor Ke Polres Aceh Tamiang Setelah Diancam Pembunuhan
example banner

KUALASIMPANG I Realitas – Dua warga melapor ke Satreskrim Polres Aceh Tamiang setelah mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari oknum anggota Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Tamiang.

Keduanya, Muhammad Hanafiah dan Zulfadli yang berprofesi sebagai wartawan. Dalam laporan bernomor LP.B/49/VII/Res.1.24/2019/SPKT tertanggal 13 Agustus 2018, ancaman pembunuhan ini terjadi saat Hanafiah berada di sebuah toko ponsel di Kota Kualasimpang, Senin (12/8/2019) malam.

Hanafiah kemudian didatangi Z yang merupakan oknum pengurus MPD Aceh Tamiang. Menurut Hanafiah, Z langsung marah-marah dan kemudian tercetus kalimat yang bernada ancaman.

“Ancaman pembunuhan itu juga ditujukan untuk Zulfadli,” kata Hanafiah.

Hanafiah menganggap ancaman itu cukup serius, sehingga dia bersama Zulfadli merasa perlu melaporkannya ke polisi.

“Saya rasa ancaman itu berkaitan dengan kritikan yang sering kami sampaikan terhadap kinerja pemerintah daerah,” lanjut Hanafiah.

Z sendiri ketika dikonfirmasi menegaskan kasus yang menjeratnya tidak bersinggungan dengan profesi kedua pelapor sebagai wartawan.

“Konteksnya bukan dengan wartawan. Tapi dalam kasus ini mereka sebagai netizen,” kata Z, Rabu (14/8/2019).

Dijelaskannya, kedua pelapor sudah terlalu sering menyebar tuduhan-tuduhan yang menjurus fitnah melalui akun facebook. Serangan melalui dunia maya ini menurutnya sudah berlangsung sejak Januari 2019.

“Ada buktinya. Sudah kami print,” kata Z seraya menunjukkan tiga bundelan berisi status FB tersebut.

Dalam kesempatan itu, Z menjelaskan pertemuannya dengan Hanafiah di toko ponsel tidak disengaja. Malam itu dia berniat membeli pulsa.

“Kebetulan sudah ada bang Agam (Hanafiah). Langsung saya tanya kenapa selalu menyerang MPD,” tukas Z. (*/Red)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS