21219 KALI DIBACA

Sempat Anjlok, Harga Pinang di Abdya Mulai Membaik

Sempat Anjlok, Harga Pinang di Abdya Mulai Membaik
example banner

Blangpidie, Realitas- Harga jual pinang (Areca catechu) kering di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai membaik hingga mencapai Rp.11.000 perkilogram. Hal ini justru sangat berbeda dengan beberapa waktu lalu yang hanya mencapai sekitar Rp.7.000 perkilo.

Khairul warga Kecamatan Kuala Batee Senin (1/7) mengaku lebih lega dengan kondisi harga jual pinang kering saat ini. Kenaikan ini jelas membuat para petani sedikit gembira. Sejak sebulan terakhir harga pinang kering di kabupaten itu semakin menampakkan perubahan.

Dimana harga jual pinang di tingkat agen pengepul saat ini berkisar antara Rp.11.000 per kg, sementara harga sebelumnya seperti di bulan Februari hanya berkisar antara Rp. 7.000-8.000 per kg.

“Kami bersyukur harga pinang naik dan membaik, dengan begitu beban hidup bisa sedikit terbantu. Dengan harga seperti itu, kami bisa memelihara tanaman pinang selanjutnya,”kata Khairul.

Menurutnya, kenaikan harga ini membuat petani lebih bersemangat dalam mengambil dan memanen hasil kebunya. Sebab selama ini ada kecendrungan sedikit malas memanennya dikeranakan harga jual masih terbilang rendah. Sebelumnya juga banyak petani hanya menjual pada pengepul dalam bentuk bulatan yang langsung diambil dari batangnya. Tapi semenjak harga membaik pihaknya yang memanen langsung mulai dari mengambil, membelah, menjemur dan menjualnya.

Herman, salah seorang agen pengepul pinang di Blangpidie mengatakan, bahwa kenaikan harga pinang kering ini sangat tergantung pemesanan dari importir. Selain itu juga ditentukan oleh kualitas dari butiran pinang setelah diolah tersebut. Jika kualitas baik maka nilai jualnya ikut berpengaruh.

“Sejak sebulan lalu, pinang kami beli dengan harga Rp. 11.000 per kg, pengiriman tergantung permintaan pasar,” ungkapnya

Ditambahkan, kenaikan maupun penurunan harga jual pinang ini tidak bisa diprediksi, karena para agen pengepul lainnya juga tergantung pada pihak pemesan ataupun permintaan pasar. Jika harga permintaan pembeli dengan harga tinggi, tentu pihaknya akan membeli dari masyarakat dengan harga yang sesuai pula.

Akibat naiknya harga pinang dalam sebulan terakhir, para petani berusaha untuk memetik hasilnya segera disaat harga tinggi. Bahkan, dalam sehari selalu saja ada masyarakat mejual pinang hasil kebunnya, mulai dari jumlah kecil hingga partai besar.

Dengan naiknya harga pinang tersebut membuat petani merasa gembira dan sangat berharap harganya bisa terus bertahan seperti sekarang, karena berdasarkan pengalaman tahun lalu, harga pinang masih jauh dari harapan, sehingga banyak petani yang merugi.

“Bukan hanya petani saja yang merasakan kenaikan harga tersebut, tapi bagi para agen pengepul juga ikut merasakan hal yang sama, sehingga bisa mencukupi untuk membeli berbagai kebutuhan,” tandasnya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS