26419 KALI DIBACA

Keluarga Korban KDRT Berharap Polisi Segera Menahan Pelaku.

Keluarga Korban KDRT Berharap Polisi Segera Menahan Pelaku.
example banner

Rote Ndao, —– Seperti yang diberitakan Media ini sebelumnya, terkait KDRT fisik yang dialami Wenti Zacharias ( 21 ) diduga dilakukan suaminya, Dandro Kaimeni ( 21), yang terjadi di rumah orangtua korban di bilangan desa Helebeik, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, dibenarkan oleh Ayah kandung korban.

Kepada koran ini, 5/7 ayah korban, Aren Zacharias, menceritakan bahwa kekerasan yang dialami korban, bukan baru sekarang, mereka baru menikah 3 tahun lalu, namun satu bulan menikah, Korban sudah dianiaya pelaku, padahal korban dan pelaku tinggal di rumah orangtua pelaku yang juga tidak jauh dari rumah saya Katanya.

Lebih jauh, pria paruh bayah ini menjelaskan sudah berapa kali pelaku menganiaya korban, bahkan hingga anak mereka yang baru lahir 2 tahun lalu, pelaku kerap menganiaya korban. Kadang kalau sudah dipukul pelaku, korban bersama anaknya datang tidur dirumah, lanjutnya lagi.

Pertengahan juni 2018, korban bersama anaknya yang baru berumur 1 tahun tinggal di Bogor karena tidak tahan lagi dengan sikap kasar pelaku. Korban dengan anaknya ke Bogor tinggal dengan adik kandung saya disana, katanya dia mau menenangkan diri timpal Jublina, Ibu Kandung korban.

ibu yang biasa disapa Lina ini menjelaskan, pada bulan Desember Korban dan anaknya kembali dari Bogor dan tinggal bersama pelaku di Kupang karena memang pelaku bekerja di kupang. Sekitar bulan Februari 2019, Korban dan pelaku bersama anak mereka kembali ke kampung karena Pelaku sakit keras, mereka tinggal dirumah orangtua Pelaku. Beberapa lama kemudian, korban bekerja sebagai receptionis di Sebuah hotel di Kota Ba,a atas izin pelaku. Namun sangat disayangkan, Pelaku berulah kasar lagi terhadap korban seingat saya, tanggal 7/3, pelaku pukul korban. esoknya lagi Pelaku memukul dan merusak HP korban, tanggal 9 /3 korban takut dan datang sendiri tidur dirumah kami, anaknya tinggal sama pelaku ujarnya.

lanjunya, pada tanggal 15/3 siang saat setelah kembali dari tempat kerja, korban hendak melihat anaknya dirumah orangtua pelaku, korban melihat pakaiannya sudah dibuang diluar rumah dan pelaku tak mengizinkan korban melihat anaknya, Korban bersikeras dan sempat menggendong anaknya namun ditarik lagi oleh pelaku, setelah itu pelaku langsung memukul korban hingga babak belur. Karena sudah tidak merasa terancam dengan perbuatan pelaku, kami bawa korban lapor polisi pada sore saat itu juga laporan kami diterima dengan nomor laporan LP/05/III/2019/NTT/Res.Rn/Sek.Lbn ujarnya.

Setelah laporan itu, menurut Orangtua korban, mereka melihat pelaku sempat ditahan polisi polsek lobalain, namun 1 minggu kemudian mereka melihat pelaku sudah bebas, sedangkan proses kasusnya mereka belum tahu karena tidak ada informasi jelas dari pihak kepolisian.

selama ini kami tidak mendapatkan Pemberitahuan perkembangan penyidikan dari Polisi, jadi kami tidak tahu kasus KDRT yang dilaporkan itu penanganannya seperti apa kata Aren.

Untuk kejadian Penganiayaan yang kembali dialami oleh Korban Pada Rabu 3/7, diceritakan lebih jauh oleh orangtua korban, setelah mengalami penganiayaan mereka membawa Korban ke Polsek Lobalain sekitar pukul 9.00 Wita, untuk melaporkan lagi kejadian yang dialami Korban. Namun sampai disana polisi belum mau membuat laporan polisi karena beralasan kasusnya sama dengan kasus bulan Maret. Karena tak ditanggapi, mereka kemudian membawa korban ke Puskesmas untuk melakukan pengobatan kepada Korban dan kembali kerumah pukul 13.00 Wita. Sekitar pukul 18.00 Wita, korban mengeluh sakit sekali dibagian telinga kanan dan belakang kepalanya. Mereka lalu membawa korban kerumah sakit Baa namun sebelum ke Rumah sakit, mereka menghubungi Kapolsek Lobalain terkait keadaan korban, Kapolsek mengarahkan agar mereka membawa korban ke Polsek untuk dibuatkan surat pengantar visum et repertum ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan dan visum di RS, ibu korban kembali Ke Polsek Lobalain dan membuat laporan polisi.

Kami berharap agar polisi bisa cepat memproses laporan ini, selain dianiaya pelaku berulang, korban dan anaknya tidak ada nafkah dari pelaku. Kejadian yang kemarin selain ada luka serius di tubuh korban, pelaku masuk melalui jendela dan memukul korban dalam rumah kami, ini tindakan yang sudah melebihi batas imbuh ayah korban.

Untuk diketahui, bahwa sesuai dengan Surat Pemberitahuan Perkembangan hasil Penyidikan yang sudah berulang-ulang diminta keluarga korban namun baru diberikan pihak polsek Lobalain pada tanggal 4/7 padahal surat tertanggal 1/7, bahwa laporan korban menyangkut KDRT yang dialaminya, berkasnya dikembalikan oleh Kejaksaan Negeri Rote Ndao belum lengkap, sehingga sudah dilengkapi penyidik Polsek Lobalain dan diserahkan kembali ke Kejaksaan. Untuk Pelaku baru ditangkap dirumahnya dan ditahan Polisi Polsek Lobalain pada 3/7, siang harinya setelah pihak polisi mengetahui pelaku menganiaya korban lagi.( Dance Henukh)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS