43019 KALI DIBACA

Tokoh Muda Aceh, Rahmat Asri Sufa : Fatwa Haram Game PUBG di Aceh Sudah Tepat

Tokoh Muda Aceh, Rahmat Asri Sufa : Fatwa Haram Game PUBG di Aceh Sudah Tepat
example banner

Bireuen I Realitas – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan fatwa terkait hukum dan dampak game Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG) dan sejenisnya haram di Aceh, setelah melalui pengkajian yang mendalam, akhirnya fatwa haram game PUBG dan Sejenisnya di berlakukan terhitung empat hari yang lalu, bahkan Ketua MPU Aceh, Prof.Dr.Tgk.H.Muslim Ibrahim,.MA mengatakan, pengharaman game tersebut dikarenakan mengandung unsur kekerasan dan kebrutalan, Minggu (23/6/2019).

Tokoh muda Aceh, Rahmat Asri Sufa turut andil mendukung dan mengapresiasi Fatwa Haram Game PUBG ini, “Fatwa ini sudah sangat tepat diberlakukan di Bumi Serambi Mekkah, banyak dampak negatif yang terjadi pada remaja akibat kecanduan yang berlebihan terhadap game ini (PUBG atau sejenisnya), keputusan MPU tidaklah serta merta tanpa pertimbangan yang tepat, jadi sebagai masyarakat kita harus mendukung fatwa ini dan menjaga baik-baik anak dan saudara kita dari dampak negatif Game PUBG ini”, tegas Alumni Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Menurut Rahmat Asri Sufa, ada 3 sisi negatif dampak dari game PUBG dan sejenisnya, “iya, saya melihat ada 3 hal sisi negatif terhadap anak-anak, remaja bahkan orang dewasa sekalipun bisa mengalami hal buruk ini bagi yang sudah candu berat game PUBG dan sejenisnya, pertama mendorong perilaku anak lebih agresif, kedua langgar aturan dan etika, dan ketiga memberi efek negatif pada remaja, baik itu terhadap sifat dan wataknya yang lebih brutal, oleh karenanya, saya berkesimpulan, bahwa pengharaman Game PUBG di Aceh sudah sangat tepat”, ujar Rahmat

Lanjutnya, “bahkan ada beberapa negara yang sudah terlebih dahulu mem-blokir PUBG, diantaranya Irak, China, Nepal, bahkan di Februari kemarin diikuti oleh India”.

” Selaku pemuda Aceh, saya berharap fatwa haram PUBG ini benar- benar di indahkan oleh masyarakat, kita menginginkan generasi Aceh yang mulia dan beretika, serta cinta akan Ulama”, ucap Sekbid Litbang DPP IPTR Sumut ini

Rahmat Asri Sufa berpesan kepada pemuda aceh, “Kembalilah ke khittah awal kita sebagai pemuda Aceh yang cinta akan Islam dan Ulama, kita bukan menolak teknologi, namun fatwa ulama jauh lebih penting”, tutup Rahmat Asri Sufa yang sering disapa Bang Ras.(Muhammad Nazar)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS