29819 KALI DIBACA

Puluhan Pekerja Koperasi Mon Madu Terancam Terputus Hubungan Kerja.

Puluhan Pekerja Koperasi Mon Madu Terancam Terputus Hubungan Kerja.
example banner

Langsa,Realitas – Akibat tertunggaknya pembayaran gaji bulanan,kepada para perkerja Koperasi Mon Madu yang merupakan anak perusahaan dari Perkebunan PTP-Nusantara I Langsa. Yang terjadi sejak bulan Agustus 2018 yang lalu,hingga kini proses pembayarannya masih tersendat-sendat.

Puluhan perkerja Koperasi Mon Madu terpaksa melakukan pengambilan uang JHT (Jaminan Hari Tua) yang merupakan uang iuran yang setiap bulannya telah terpotong oleh pihak perusahaan ketika terjadinya proses pengamprahan gaji pada setiap bulannya.

Ironinya,ketika proses pengambilan terhadap uang JHT tersebut. Para perkerja Koprasi Mon Madu ini. Tidak mengetahui, apabila “sipekerja” telah melakukan pengambilan uang JHT tersebut. Maka secara otomotis sipekerja Koprasi Mon Madu Ini, telah terputus ikatan kontrak sebagai pekerja di tempat itu.

Sehingga para pekerja yang jumlahnya mencapai 50 Orang. Dan mengaku telah mencairkan dana JHT tersebut mempertanyakan terhadap statusnya sebagai pekerja di Koperasi Mon Madu dimaksud. Terus terang bang,kata perkerja Koprasi Mon Madu, kepada wartawan Realitas di Langsa Minggu (15/6/2019) yang meminta untuk dirasiakan identitasnya itu.

“Sejak cairnya uang JHT yang kami ajukan itu. Status kami sebagai perkerja diKoperasi Mon Madu terasa jauh berbeda dengan sebelumnya.Sedangkan ketika kami mempertanyakan, status kami sebagai pekerja di Koperasi ini. Sampai sekarang,baik staf dan ketua Koperasi Mon Madu,yang dijabat oleh Bapak Hasan Basri SH. Tidak pernah memberikan penjelasan secara transparan terhadap status kami”,jelas pekerja yang mengaku kebingungan dengan statusnya saat ini. Meskipun para pekerja ini masih masuk kantor di Koperasi Mon Madu.

Sebagai pekerja Koperasi Mon Madu,lanjut pekerja itu, sebenarnya kami tidak mau melakukan pengambilan terhadap dana JHT. Namun akibat tersendatnya pembayaran gaji yang kami terima dari pihak Koperasi Mon Madu terhitung sejak bulan Agustus 2018 yang lalu hingga Juni 2019. Terpaksalah kami harus menempuh jalur pengambilan dana JHT itu.

Karna itulah,jalan satu-satunya yang bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga kami sebagai perkerja di Koperasi Mon Madu. “Itupun harus ada pernyataan dari Ketua Koperasi Mon Madu, yang menjelaskan terhadap satatus kami sebagai Pekerja di Koperasi Mon Madu”,demikian kata pekerja disana.

Sementara itu, bendahara Koperasi Mon Madu,yang dijabat oleh Saifullah SE, ketika dikonfirmasi Wartawan Media Realitas,Senin (17/6/2019) disalah atu ruangan Koprasi Mon Madu. Mengenai persolan tersebut mengatakan. Jumlah pekerja Koperasi Mon Madu,secara keseluruhanya sebanyak 69 orang. Dari jumlah tersebut,ada sebanyak 50 Orang karyawan kita yang sudah mengambil dana JHT.

Untuk diketahui,apabila sipekerja telah melakukan pencairan atau telah mengambil dan JHT-nya tersebut. Maka secara otomastis yang bersangkutan telah terputus hubungan kontrak kerjanya dengan pihak Koperasi Mon Madu. “Bahkan dalam rapat hari Kamis kemarin. Kita sudah mebahas untuk memberikan uang kasih sayang ke-50 orang pekerja itu. Yang jumlahnya kita berikan 1 bulan gaji. Insya Allah kalau tidak ada halagan kita akan selesaikan di bulan Juni ini “, jelas Syaifullah.

Kendatipun demikian, mengenai putusan untuk memutuskan. Hubungan kerja sebagaiman yang kita utarakan tadi. Belum merupakan sebuah keputusan final.

“Artinya apabila,kedepan prospek keuangan Koperasi Mon Madu ini akan membaik. Kita tetap akan merekrut kembali para perkerja Mon Madu yang ada. Karena mereka ini kan sudah memiliki skil di tempat kita”,demikian penjelasan Bendahara Mon Madu PTP Nusantara I Langsa, kepada wartawan Media Realitas.(effendi Musa) 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS