14619 KALI DIBACA

Lakalantas Polresta Bandarlampung Tangkap Sopir Maut Setelah Buron Dua Minggu

Lakalantas Polresta Bandarlampung Tangkap Sopir Maut Setelah Buron Dua Minggu
example banner

Lampung | Realitas – Buron selama dua minggu, akhirnya pelarian tersangka Syaifullah alias Ipul (36) berhenti saat tidur pulas di bale-bale karena dia ditangkap anggota Lakalantas Polresta Bandarlampung, Jum’at (10/5/2019).

Sebelumnya diberitakan, truk bermuatan garam yang tidak kuat menanjak di Jalan Pangeran Emir M Noer di depan Perumahan Mandala Bukit Berlian Kelurahan Sumur Putri Kecamatan Teluk Betung Utara Senin 25 April 2019 pukul 07.05 WIB lalu yang menewaskan Teguh Riadi (42), dan Sofia Amira Salimah (8), anaknya, menderita luka berat.

“Kejadian ini jadi atensi karena sudah banyak perkara tabrak lari, anggota bergerak mencari selama dua minggu dan akhirnya dapat titik terang soal keberadaan tersangka di Kalianda, informasi tersebut didalami dan benar saja tersangka ada di rumah di Desa Sumur Kubang Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan sedang tidur pulas di bale-bale, ” jelas Kasatlantas Kompol Syouzarnanda Mega.

Di rumah tersebut tersangka mengaku bersembunyi sejak awal kejadian.

Rumah tersebut merupakan tempat tinggal paman tersangka.

Ketakutan akan dipukuli massa menjadi alasan tersangka tidak menyerahkan diri.

Bermula ketika truk yang dikemudikan Ipul melaju di jalan menanjak Jalan Pangeran Emir M Noer Kecamatan Teluk Betung Utara Senin 25 April 2019 pukul 07.05 WIB.

Tiba-tiba truk bernopol BE 9144 BK bermuatan garam seberat 8,5 ton tidak kuat menanjak hingga menabrak mobil dan sepeda motor korban yang ada di belakangnya.

Akibatnya Teguh Riadi (42) meninggal dunia di TKP sementara anaknya, Sofia Amira Salimah (8) menderita luka berat (patah kaki).

”Tersangka dikenakan Pasal 310 ayat (4) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun, kemudian karena tersangka lebih memilih melarikan diri daripada menolong korban, ia dikenakan pasal tambahan Pasal 312 KUHP dengan ancaman pidana tiga tahun penjara, ” ujar Kasatlantas Kompol Syouzarnanda Mega. (H A Muthallib)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS