23419 KALI DIBACA

Ganjar: May Day, Buruh Jadi Raja Sehari

Ganjar: May Day, Buruh Jadi Raja Sehari
example banner

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengikuti peringatan hari buruh Internasional, May Day di Banyumas. Di hari buruh ini, Ganjar terus mendorong agarburuh menjadi raja sehari.

“Konsepnya May Day, buruh jadi raja dan semua pengusaha membantu, pemerintah membantu dan semua bahagia. Kita sudah tahun ke 6 kurang lebih kita mendorong di May Day sehari buruh menjadi raja,” ungkap Ganjar Pranowo kepada wartawan di halaman Disnakerkop UKM Kabupaten Banyumas, Rabu (1/5/2019).

“Kita ingin membuat acara yang menyenangkan ada olah raga, kesenian, berbagi rejeki dengan doorprize, rasa rasanya kok cocok,” lanjut Ganjar.

Dia mengatakan dalam acara tersebut seluruh buruh yang menjadi panitia dan beberapa daerah di Jawa Tengah sudah melakukan model-model seperti ini.

“Dan kebahagiaan itu muncul, itulah yang mengakrabkan relasi industrial kita antara buruh, pengusaha dan pemerintah. Dengan cara seperti ini harapan kita ini akan membawa iklim bisnis yang kondusif,” jelasnya.

Dia menjelaskan terkait persoalan buruh di Jawa Tengah sendiri sudah cukup baik, khususnya dari sisi regulasi, keselamatan kerja hingga jaminan tenaga kerja. Meskipun ada beberapa yang belum taat, namun sebagian besar sudah cukup baik.

“Sebenarnya kalau dari sisi regulasi aturannya kita cukup baik, cukup taat tapi kasus tidak bisa kita pungkiri. Kita bicara keselamatan kerja masih ada meskipun Jawa Tengah kemarin terbaik juga. Jaminan tenaga kerja masih ada yang belum taat, juga tapi sebagian besar kita juga mendapatkan jaminan dan untuk tenaga kerja kita terbaik juga Jawa Tengah,” ucapnya.

Kemudian model cara melaporkan, karena ada banyak buruh-buruh yang melaporkan kepada pengawas tenaga kerja. Maka polanya meski didekatkan lagi, sehingga jika ada buruh mau melapor bisa berjalan, termasuk buruh media, para jurnalis.

“Kemarin juga ngomong sama kita (buruh media), maka kalau perlu kita bicara dengan pemilik medianya, seberapa itu bisa kita selesaikan, kita omongkan, kalau tidak, apakah bisa dilaporkan dan sanksi besar apa yang terjadi. Maka ditengah pergeseran industri yang besar, industri media juga bergerak dari yang konvensional cetak menjadi online, dan ini meski kita antisipasi dengan cara model dialog,” jelasnya.

Maka dari itu pola pola keakraban seperti kegiatan pada hari buruh Internasional ini, harapan Ganjar bisa membangun hubungan yang baik. Termasuk tingkat kesejahteraan buruh media.

“Sepertinya lebih banyak yang protes ke saya, kebanyakan masih belum sejahtera. Baik juga kalau media menulis dirinya sendiri, saya kira AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia) pernah menulis soal itu, saya rasa secara organisasi kayak AJI, PWI dan sebagainya bisa ngobrol sama pemerintah dengan pengusaha media untuk kita supaya bisa menghitung bersama agar semuanya layak, kami juga akan menjaga profesionalitasnya, saya dukung pasti,” ujarnya.(dc)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS