24219 KALI DIBACA

Zahran, Dalang Utama Bom Paskah di Sri Lanka ‘Terusir’ Sejak Kecil

Zahran, Dalang Utama Bom Paskah di Sri Lanka ‘Terusir’ Sejak Kecil
example banner

Colombo – Mohamed Hashim Mohamed Zahran tengah menjadi sorotan karena disebut sebagai dalang utama rentetan bom Paskah di Sri Lanka yang menewaskan 253 orang. Sosok Zahran diketahui sempat terusir dan dikuclikan sejak kecil karena pandangannya yang dianggap terlalu radikal.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (27/4/2019), semasa kecil, Zahran bersama empat saudara laki-laki juga saudara perempuannya tinggal di sebuah rumah dua kamar yang sempit bersama orangtua mereka di Kattankudy, kota kecil tepi pantai di Sri Lanka bagian timur. Ayahnya sangat miskin dan bekerja menjual makanan di jalanan.

Sang ayah juga punya reputasi buruk sebagai pencuri. “Ayahnya tidak berbuat banyak,” sebut Wakil Kepala Madrasah Jamiathul Falah Arabic College, SM Aliyar.

Zahran berusia 12 tahun saat mulai belajar di madrasah tersebut. Dia mengejutkan gurunya dengan kecerdasannya. Dalam tiga tahun, Zahran khatam Alquran. Dia kemudian belajar hukum Islam. Namun semakin dalam dia belajar, Zahran semakin berani mendebat gurunya dengan menyebut sang guru terlalu liberal saat mengajar bacaan Alquran.

“Dia (Zahran) melawan ajaran kami dan cara kami menginterpretasikan Alquran — dia menginginkan Islam radikal. Jadi kami mengeluarkannya,” tutur Aliyar.

Aliyar yang kini berusia 73 tahun, masih ingat momen saat Zahran keluar dari madrasah itu. “Ayahnya datang dan bertanya, ‘Ke mana dia bisa pergi?'” ucapnya.

Beranjak dewasa, Zahran disebut memicu banyak kontroversi di dalam komunitas muslim setempat. Saat era internet muncul, Zahran mulai merilis video-video secara online yang isinya menyerukan jihad dan mengancam pertumpahan darah.

Sebelum itu, tepatnya tahun 2006, Zahran bergabung dengan sebuah masjid lokal bernama Masjid Dharul Athar dan berhasil menjadi anggota dewan masjid. Namun dalam waktu tiga tahun, terjadi cekcok antara Zahran dengan anggota dewan masjid lainnya.

“Dia ingin bicara lebih independen, tanpa mendengarkan nasihat para tetua,” ungkap Imam Masjid Dharul Athar, MTM Fawaz.

Fawaz menyebut Zahran lebih konservatif daripada yang lain. Hal itu terlihat, menurut Fawaz, saat Zahran melarang wanita memakai gelang dan anting. “Kami semua bersama-sama sebagai pemimpin komunitas, tapi Zahran ingin bicara untuk dirinya sendiri. Dia black sheep yang lepas,” sebut Fawaz. Black sheep merupakan sebutan untuk anggota kelompok yang dianggap sebagai aib.

Mohamed Yusuf Mohamed Thaufeek, teman satu madrasah Zahran yang sempat menjadi pengikutnya, menyebut masalah yang menyelimuti Zahran adalah kebiasaannya salah mengutip ayat Alquran. Dewan masjid setempat melarang Zahran untuk memberi ceramah selama tiga bulan pada tahun 2009 lalu. Dia pun keluar dari masjid tersebut.

“Kami memperlakukannya seperti anak manja, orang yang berpikiran sangat sempit yang selalu membuat masalah,” ujar dewan komisi masjid, Mohamed Ismail Mohamed Naushad, mengingat kejadiaan saat itu.

Zahran yang sendirian pun mulai mengumpulkan pengikut. Pada usia 23 tahun, Zahran menikahi seorang remaja putri dari sebuah kota kecil di luar Colombo. Dia membawa istrinya pulang ke Kattankudy. “Saya tidak begitu mengenalnya (istri Zahran) — dia berusia 14 tahun,” sebut Mathaniya, saudara perempuan Zahran.

Meskipun keras dan kasar, menurut Tahufeek, Zahran jago berceramah dan pandai menarik perhatian orang-orang saat memberikan ceramah atau mengajar Alquran. Dia kerap bepergian ke pinggiran Sri Lanka untuk menyebarkan ajaran Islam menurut interpretasinya.

Telah Tewas
Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, memastikan bahwa Zahran, yang diyakini sebagai dalang utama di balik rentetan bom saat perayaan Paskah, tewas dalam salah satu ledakan di hotel mewah di Colombo pada Minggu (21/4) lalu.

“Apa yang diberitahukan badan-badan intelijen kepada saya adalah, bahwa Zahran tewas dalam serangan di Shangri-La,” tegas Presiden Sirisena kepada wartawan, seperti dilansir AFP, Jumat (26/4/2019).

Presiden Sirisena menambahkan bahwa Zahran merupakan sosok yang memimpin serangan bom terhadap hotel mewah tersebut. Saat itu, Zahran ditemani oleh pengebom kedua yang diidentifikasi bernama ‘Ilham’.

Disebutkan Presiden Sirisena bahwa informasi yang disampaikannya ini didapat dari intelijen militer Sri Lanka dan didasarkan pada rekaman CCTV dari lokasi kejadian.

Sosok Zahran yang disebut Presiden Sirisena merupakan pemimpin militan lokal bernama Jamaah Tauhid Nasional (NTJ), yang diyakini ada di balik rentetan bom yang mengguncang delapan lokasi terpisah di Sri Lanka pada Minggu (21/4) lalu. Zahran yang juga dikenal sebagai Zahran Hashim alias Mohamed Zahran alias Zahran Moulavi ini disebut sebagai sebagai ulama lokal yang memiliki pandangan ekstremis.

Otoritas Sri Lanka meyakini NTJ mendapat bantuan dari jaringan internasional dalam melancarkan aksinya yang sejauh ini menewaskan 253 orang — setelah direvisi dari 359 orang. Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas rentetan bom itu dalam pernyataan via sayap medianya, Amaq, pada Selasa (23/4).

Video yang dirilis ISIS juga melalui Amaq, menjadi bukti konkret pertama yang menunjukkan Zahran sebagai pemain sentral dalam serangan bom di Sri Lanka. Dalam video itu, Zahran menjadi satu-satunya sosok yang tak menutup wajahnya di antara delapan orang yang menyatakan sumpah setia pada pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi. Zahran yang berpakaian serba hitam tampak menenteng sebuah senapan dalam video tersebut.

Keberadaan Zahran setelah rentetan serangan bom terjadi, tidak diketahui pasti. Wakil Menteri Pertahanan Junior, Ruwan Wijewardene, sempat menyebut bahwa pemimpin kelompok yang melakukan serangan juga ikut meledakkan diri dalam salah satu serangan bom. Namun Wijewardene menolak untuk mengonfirmasi apakah dirinya merujuk pada Zahran atau orang lain.

Otoritas keamanan Sri Lanka sebelumnya dilaporkan tengah melacak keberadaan Zahran, yang diyakini berusia 40 tahun ini. Sri Lanka juga ingin mengetahui apakah Zahran ada di antara sembilan pengebom bunuh diri yang beraksi pada Minggu (21/4) lalu. Tes DNA dilakukan terhadap jenazah yang diyakini pengebom bunuh diri.

Dalam pernyataan terbarunya, Presiden Sirisena tidak mengklarifikasi secara jelas soal peran Zahran dalam ledakan di Hotel Shangri-La.(rtr)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS