44819 KALI DIBACA

Tim Satgas Dana Desa Sasar Gampong Teulaga Tujuh

Tim Satgas Dana Desa Sasar Gampong Teulaga Tujuh
Teks foto : Tim Satgas Dana Desa ketika melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Gampong Teulaga Tujuh, Kecamatan Langsa Barat, Kamis (25/4/2019).

Langsa | Realitas – Tim Satuan Tugas (Satgas) Kementrian Desa Tertinggal dan Transmigrasi melakukan Monitoring dan Evaluasi (monev) dana desa ke Gampong Teulaga Tujuh, Kecamatan Langsa Barat, Kamis (25/4/2019).

Ketua Tim Monitoring dan evaluasi Satgas Dana Desa, Muhammad Faturrahman, didampingi Marta Sanjaya dan Rahma Rewita, kepada wartawan mengatakan bahwa monev dilakukan secara meraton ke Kota Langsa sejak 23-27 April 2019 untuk melakukan monev dana desa untuk tahun anggaran 2017 dan 2018.

Menurutnya, sejauh ini ditemukan dilapangan secara keseluruhan untuk Aceh ada pembagian zona merah, kuning, dan hijau dan secara umum untuk se-provinsi Aceh masuk zona kuning yang artinya zona kuning adalah masyarakat memiliki partisipasi ikut berperan aktif.

“Desa sekarang ini menjadi primadona sejak adanya dana desa, sejauh ini Kota Langsa adanya masyarakat partisipatif di laporkan kepada satgas tentang tidak transparansinya, adanya pemotongan anggaran dalam setiap anggaran fisik, jadi dua desa dari tiga yang akan monev dah telah selesai,” terang Faturrahman.

Lanjutnya, dari monev di Gampong PB. Blang Pase dan Gampong Teulaga Tujuh, dari dua desa tersebut dalam hal administrasi belum sesaui aturan berlaku artinya proses pengadminsitrasinya, contoh kuitansi belum sesuai hal ini perlu pembinaan lebih lanjut.

Kendati demikian, adanya dugaan pemotongan anggaran makanya tim satgas turun berdasarkan laporan, tetapi setelah diteliti belum faham dalam pembelian barang dan jasa disitu adanya pajak yang dibayarkan, ada biaya konsultan dalam pembuatan design gambar atau rab.

Sementinya biaya konsultan dituangkan dalam rab adanya jasa konsultan sebesarnya 6 persen, sehingga dugaan atas laporan masyarakat tidak terbukti.

“Hal-hal ini yang musti kita luruskan agar publik bisa tau dan ada keraguan, dan terimkasih juga kepada masyarakat yang sudah mau memberikan laporan ke tim Satgas Dana Desa,” imbuh Faturrahman.

Ia katakan lagi, terkait kuantitas bangunan sudah terpenuhi bahkan ada yang lebih, tetapi secara kualitas tidak punya kewenagan itu ranahnya BPK atau BPKP untuk menilainya.

Hal lainnya menurutnya, Pemko Langsa agar merekomendasikan lebih aktif kepada aparatur Gampong yang baru melakukan bimtek, terutama DPMG, Inperktorat tentang pelaporan LPJ, “tim satgas Dana Desa bukan untuk menangkap seperti KPK namun lebih kepada pembinaan,”ucap Faturrahman.

Ada tiga sasaran tim satgas Dana Desa untuk Kota Langsa, yakni PB. Blang Pase, Kecamatan Langsa Kota, Gampong Teulaga Tujuh, Kecamatan Langsa Barat dan Gampong Geudubang Jawa Kecamatan Langsa Baro.

Adapun tujuan lainnya yaitu melihat proses musdes hingga pembuatan APBG, APBN dan juga melihat secara jelas pembangunan fisik dari tahun 2017 hingga 2018.

Dalam tinjau tersebut tim satgas juga mengecek, Rab, SK Perangkat, faktur toko, Berita acara musdes, Notulen, daftar hadir, bukti stor pajak, buku rekening dari 2017 dan 2018, 4 buku kas, bukti foto baliho APBG 2017 dan 2018.

Kepala DPMG Kota Langsa, Al-Azmi SSTP melalui Kasie Pengelolaan Keuangan Aset Mukim dan Gampong, Yusrizal, menyatakan merespon baik monev yang dilakukan tim satgas dana desa pusat yang langsung terjun ke lapangan dan harapannya semua gampong agar menjalankan anggaran dana desa 2017 dan 2018 yang baik.

“Kepada aparatur Gampong agar terus melakukan koordinasi dengan tim TA, PD dan PLD agar pelaksanan sesuai dengan aturan yang ada dan tata kelola keuangan yang baik,” pinta Yusrizal.

Hadir juga tim BPKD Kota Langsa, Inpektorat, Polres, TA, Martunis, Muhammad Ikhsan, PD dan PLD Kecamatan Langsa Barat.

Geuchik Teulaga Tujuh, Irwansyah, dalam sambutannya juga mengatakan sangat menyambut baik kedatangan tim satgas dana desa demi kemajuan Gampong Teulaga Tujuh.

“Gampong Teulaga Tujuh memiliki 1800 jiwa, 400 KK, mata pencarian penduduk sebagai nelayan dengan luas 4 hektar daratan, kedepan akan bisa maju dengan adanya dana desa,” demikian Irwansyah. (H A Muthallib)

Subscribe

MEDIA REALITAS