31219 KALI DIBACA

Suara PA Diprediksi Hanya Dapat 3 Kursi DPRK Abdya

Suara PA Diprediksi Hanya Dapat 3 Kursi DPRK Abdya

Blangpidie | Realitas – Dalam Pemilu 2019, perolehan suara Partai Aceh (PA) menurun bila dibandingkan dengan pemilu 2009 dan 2014 lalu.

Sehingga prediksi perolehan kursi DPRK untuk partai lokal itu hanya mencapai 3 kursi saja.

Pada pemilu 2009, PA memperoleh suara tertinggi di Abdya, dengan menguasai 9 kursi dari 25 kursi di DPRK Abdya.

Sementara pada pemilu 2014, suara PA turun dengan menyisakan 7 kursi di DPRK.

Khususnya di Abdya, suara PA kian menurun dalam pemilu kali ini.

Dimana, PA hanya bisa menyumbangkan 3 kursi, sementara 4 kursi lainnya, direbut partai lain, baik dari partai nasional maupun partai lokal lainnya. Artinya, selama 2 kali pemilu, PA di Abdya kehilangan 6 kursi DPRK.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah-Partai Aceh (DPW-PA) Abdya, merangkap Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Blangpidie, Tgk Abdurrahman Ubiet, kepada wartawan, Kamis (25/4/2019) mengaku kalau turunya suara PA bukan berarti kekalahan PA.

Akan tetapi lebih pada kekalahan dan kesalahan para calegnya.

“PA tidak kalah, kita perjuangkan PA dengan darah. Jadi kita bukan kalah, hanya saja, kekalahan atau kesalahan itu ada pada caleg kita yang kurang serius dalam bekerja,” ungkapnya.

Kurang serius menurut mantan Panglima GAM itu, para caleg hanya bekerja setengah hati, dengan harapan simpatisan PA yang bekerja.

Seolah-olah, dalam pikiran para caleg PA, dengan melihat partai, pasti masyarakat akan memilih.

“Harusnya jangan ada pemikiran seperti itu. Tapi sudahlah, pemilu sudah usai, terima saja kenyataan dengan lapang dada,” tuturnya.

Hal lain yang menyebabkan PA kalah, kondisi financial juga sangat menentukan.

Dimana, para caleg dari PA rata-rata kos politiknya sangat rendah.

“Dalam politik, dukungan dana juga sangat menentukan. Wajar saja perolehan kursi berkurang,” tutupnya.

Pada pemilu 2019 ini, perubahan di lembaga legislatif kentara sekali.

Dimana, ada partai yang bertahan dengan jumlah kursi, meskipun bukan calon petahana melainkan wajah baru, ada yang menurun, ada yang naik dan ada partai yang tidak mendapatkan kursi.

Partai yang bertahan diantaranya, Demokrat 3 kursi, satu calon petahana 2 wajah baru. PAN tetap 3 kursi, ketiga calon merupakan wajah baru.

Nasdem tetap 3 kursi, 2 calon petahana 1 calon wajah baru. PKB tetap 2 kursi, 1 calon petahana 1 wajah baru.

Kemudian partai yang menurun jumlah perolehan kursi, masing-masing PA, dari 7 kursi pada pemilu 2014 lalu, hanya menyisakan 3 kursi, ketiganya merupakan wajah baru. Hanura, dari 2 kursi, hanya tinggal 1 kursi, yang merupakan calon petahana.

Partai yang meningkat jumlah perolehan kursi masing-masing, Golkar, sebelumnya pada pemilu 2014 hanya memperoleh 1 kursi, pemilu tahun ini berhasil memperoleh 3 kursi, 1 calon merupakan petahana.

PNA, dari 1 kursi berhasil mendapatkan 3 kursi, ketiganya merupakan wajah baru.

Gerindra, dari 1 kursi berhasil memperoleh 2 kursi, keduanya merupakan wajah baru.

Sementara partai yang kehilangan kursi yakni PBB dan PKPI. Kedua kursi dari 2 partai ini diisi dengan PPP dan PKS, masing-masing 1 kursi.

Pada pemilu 2014 lalu, PPP dan PKS tidak memiliki kursi.(Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS