25819 KALI DIBACA

Peringati Osra’ Mi’raj Dirangkai Peletakan Batu Pertama Masjid Di Trumon Timur

Peringati Osra’ Mi’raj Dirangkai Peletakan Batu Pertama Masjid Di Trumon Timur
Teks photo: Wakil Bupati Aceh Selatan Tgk Amran memberikan sambutan pada peringatan isra’ mi’raj nabi besar Muhammad SAW 1440 H sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitul Quddu, Desa Krung Luas, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Senin, (08/4/2019).
example banner

Tapaktuan | Realitas – Masyarakat Gamponh Krung Luas Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan, memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1440 H, di rangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitul Quddus, berlangsung Senin (8/4/2019).

Dikesempatan itu ikut dihadiri Wakil Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran, H. Nasjuddin,SH.MM, SKPK beserta unsur Forkopimda kabupaten setempat.

Menurut keterangan Kabag Humas Sekdakab, Masriadi, S.STP, M. Si kepada media ini Selasa (9/4/2019) diruang kerjanya mengatakan, acara tersebut selaian memperingati Isra’ Mi’raj juga dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Gampong Krung Luas Kecamatan Trumong Timur.

Kegiatan yersebut diisi dengan tausiah di sampaikan oleh Tgk. H. Masrul Aidy Ben Muhammad Ismi, Lc dan mengulas sejarah perjuangan rasulullah untuk memperjuangkan agama Allah ini.

Dikesempatan itu juga Wakil Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran tak kalah saing dengan penceramah tersebut, dalam sambutannua mengatakan sebagaimana diketahui isra’ mi’raj adalah peristiwa di mana Rasulullah SAW melakukan perjalanan pada malam hari dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina.

Kemudian beliau di mi’rajkan oleh Allah ke Sidratul Muntaha. Peristiwa yang di dalamnya terdapat perintah untuk melaksanakan Shalat lima waktu sehari semalam, terjadi pada tanggal 27 rajab atau satu tahun menjelang hijrah ke madinah.

“Isra’ mi’raj adalah peristiwa agung dalam sejarah kerasulan Nabi Muhammad SAW yang wajib diyakini oleh setiap muslim,” ucapnya.

Berbagai bentuk pengalaman yang dialami rasulullah selama perjalanan isra’ mi’raj, bertujuan untuk memperlihatkan tanda kebesaran Allah yang kemudian disampaikan kepada manusia agar dipetik hikmahnya.

Sejarah tersebut merupakan Hikmah terbesar dari peristiwa adalah Nabi Muhammad menerima perintah shalat lima waktu sebagai sarana bagi umat Islam untuk merasakan kedekatan dengan Allah SWT dan mencapai derajat hidup yang terpuji shalat memiliki pesan moral yang sangat luas, yaitu terciptanya tatanan masyarakat yang memiliki sifat-sifat adil, jujur, santun, kasih sayang, persaudaraan dan lain sebagainya.

“Semua tatanan itu tercermin dari setiap gerakan serta ucapan didalam shalat, oleh karena itu, menjadi hal yang mutlak bagi setiap muslim untuk memahami makna shalat, tidak hanya sekedar melaksanakannya, makna shalat juga amat banyak dalam ucapan takbir misalnya, tergambar pengakuan kita terhadap kekuasaan Allah SWT atas segala makhluk dan alam semesta ciptaan Allah,” tutur Tgk Amran.

Pengakuan dalam ucapan takbir menjadi landasan agar segala persoalan yang dihadapi oleh manusia di muka bumi ini selalu merujuk kepada kebesaran Allah.

Contohnya bahwa di dalam shalat ma’mum dituntut untuk selalu fokus dan menjaga telinga, mulut dan seluruh panca indera dari setiap perkataan dan tindakan yang menyesatkan.

Semoga melalui peringatan Isra’ mi’raj rasulullah ini dapat memberikan semacam sugesti anugerah dari Allah swt agar aceh selatan akan menjadi wilayah yang makmur dan sejahtera, dan lebih baik lagi di masa mendatang, hingga menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, tutupnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitul Quddus Kecamatan Trumon Timur.(Zulmas/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS