Polres Tangerang Selatan Pastikan Pria Teriak Saya Teroris Saat Ditilang, Alami Gangguan Jiwa

oleh -120.759 views

Tangerang | Realitas – Seorang pria yang mengaku dan berteriak teroris saat diamankan jajaran anggota polisi lalu lintas (Lantas) Polres Tangerang Selatan (Tangsel) di pospol pinggir Jalan Raya BSD Serpong, Kamis pagi (14/3/2019) ternyata mengidap penyakit gangguan kejiwaan Skizofrenia Paranoid.

“Dipastikan pria bernama AS, 32, warga Serpong, Tangsel yang diamankan petugas Lantas Polres Tangsel oleh Brigadir Gatot Tri Prasetyo memiliki atau mengidap penyakit jiwa,” kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho, Kamis (14/3/2019).

Berdasarkan hasil pemeriksaan Satreskrim Polres Tangsel terhadap AS, 32, ternyata diketahui dia mengidap penyakit gangguan kejiwaan Skizofrenia Paranoid sejak April 2018.

Dibuktikan dengan surat keterangan dari Rumah Sakit Dr Marzoeki Mahdi, daerah Bogor.

Menurut dia, Skizofrenia Paranoid adalah penyakit gangguan otak yang menyebabkan penderitanya mengalami kelainan dalam berpikir, serta kelainan dalam merasakan atau mempersepsikan lingkungan sekitar.

“AS diduga mengindap penyakit kejiwaan sejak bercerai dengan istrinya, ia sempat dirawat di RS Dr Marzoeki Mahdi dan telah dikembalikan kepada pihak keluarga yang tinggal di wilayah Serpong, Tangsel,” kata AKP Alexander.

Saat tertangkap petugas di perempatan lampu merah Jalan Raya BSD Serpong, AS tidak menggunakan helm dan tidak membawa surat kelengkapan sepeda motor.

Sedangkan motor Yamaha Mio nopol B 3316 NZB milik salah satu kakaknya dan memakainya tanpa izin pemilik motor atau keluarganya.

“Saat itu AS menurut keluarganya ingin memperbaiki handphonenya yang rusak ke tempat kakaknya di Serpong, lalu dia gunakan sepeda motor di rumah,” tutur AKP Alexander namun terkena razia petugas di lampu merah.

Saat diamankan serta ditanya kelengkapan surat surat kendaraan dirinya berteriak teriak saya teroris saya teroris yang kemudian diamankan di Pospol dan dikirim ke Polres Tangsel. (H A Muthallib)