Penanaman Pohon Dipekarangan Istana Karang, Sapi Punya Susu Banggali Punya Nama

oleh -232.759 views

Kuala Simpang | Realitas – Kegiatan penanaman pohon Tanjung sebanyak 100 batang dipekarangan Istana Karang Aceh Tamiang merupakan puncak acara serimonial serangkaian kegiatan hari bakti yang dilaksanakan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Simpang yang melibatkan berbagai komponen ini terkesan Sapi Punya Susu Banggali Punya nama, Sabtu (23/3/2019).

Penilaian diatas muncul setelah Media Realitas memantau langsung dilokasi kegiatan, dimana awalnya kegiatan sosial ini berlangsung semangat tidak memperdulikan teriknya panas matahari yang turut dihadiri oleh pembesar pembesar daerah seperti Bupati, Ketua DPRK dan Forkopimda itu hanya menanam 100 batang pohon Tanjung yang baru selesai disemai dalam polybag.

Informasi yang dikumpulkan Media Realitas, ternyata kegiatan banyak melibatkan peran pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tamiang, ironisnya keterlibatan DLH itu tidak diangggap ada, bahkan dalam kata-kata sambutan dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan, Davy Bartian, BC,IP.,S.Sos.,MM tidak ada memberikan kata ucapan selamat atau salam penghormatan ataupun ucapan terimakasih kepada Dinas Lingkungan Hidup.

Salah seorang buruh DLH yang tidak mau namanya dipublikasi mengakui merekalah yang berperan aktif dalam pelaksanaan penanaman pohon Tanjung oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebutnya kepada awak media, jika diurut urut yang mempunyai andil besar terlaksananya penanaman pohon itu adalah para buruh pasukan Orange, dimana sejak jauh hari merekalah yang bekerja melakukan persiapan awal seperti menggali lubang maupun lainnya, paparnya merasa kecewa atas sikap Kalapas yang tidak mau menyebutkan Dinas tempat dia bekerja saat menyampaikan kata sambutannya.

Lebih jauh lagi diungkap Buruh tadi, yang paling menarik, kegiatan penanaman pohon itu secara umum diketahui yang punya hajatan itu Lapas Kelas II B Kualasimpang itu, tapi hanya sebagian kecil saja yang ditanganinya, seperti halnya pekerjaan pembersihan (pembabatan) lokasi penanaman, menggali lubang, serta pekerjaan menanam pohon sisa acara seremoni hingga selesai juga dikerjakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Aceh Tamiang.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan (pertamanan) pada DLH, H.Zulkifli, S.Hut membenarkan kalau pengorekan lubang, penanaman pohon hingga rampung, sampai penyediaan kursi undangan serta tratak acara merupakan upaya dari DLH.

“Ini yang membabat rumput pekarangan Istana Karang juga orang kita, setidaknya untuk urusan babat rumput saja memakan waktu sampai dua hari, belum lagi pekerjaan lainnya,” ungkap H.Zulkifli, S.Hut.

Pantauan Media Realitas, Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil,SH.MKn beserta para undangan lainnya hanya melakukan penanaman secara simbolis yang jumlahnya hanya belasan atau puluhan batang saja, selanjutnya anak pohon kayu yang belum tertanam diangkat keluar lokasi acara oleh petugas pertamanan DLH.

“Sisa anak pohon itu diserahkan kepihak kami untuk ditanam sampai selesai,” pungkas H.Zulkifli, S.Hut yang akrab disapa Haji Jul ini.(Saiful Alam)