Abdya Jadi Sentra Produksi Sulaman Benang Emas Di Aceh

oleh -374.759 views
Foto: Realitas/Syahrizal Wakil Ketua Dekranasda Aceh DR Ir Dyah Erti Idawati, MT didampingi Ketua Dekranasda Abdya Ida Agustina saat menghadiri acara pembukaan kerajinan Sulam Benang Emas di Abdya, Selasa (5/3/2019)

Blangpidie | Realitas – Kerajinan sulam benang emas memang sudah terkenal di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), sehingga Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Aceh DR Ir Dyah Erti Idawati, MT, menyebutkan bahwa Abdya merupakan sentral produksi sulaman benang emas untuk Aceh.

Hal itu disampaikan istri Plt Gubernur Aceh itu saat membuka acara pelatihan sulam benang emas di Aula Gedung PKK Blangpidie, Selasa (5/3/2019).

Dyah mengatakan, sulaman benang emas merupakan produk kerajinan yang sangat terkenal di Provinsi Aceh.

Kabupaten Abdya merupakan daerah sentra utama produksi kerajinan tersebut.

Menurutnya, produk sulam benang emas ini memiliki keunikan tersendiri, baik dari motifnya, desain hingga cara pengerjaannya.

Saking uniknya, produk kerajinan lokal ini kerap menjadi andalan Aceh dalam berbagai pameran di tingkat nasional.

Sulaman ini beragam jenisnya, ada berupa alas meja, bantal kursi, tas, hiasan dinding, dan berbagai hiasan untuk pelaminan pengantin.

Untuk itu, Dekranasda Aceh bersama Dekranasda Abdya tergerak memberikan pelatihan khusus kepada para pengrajin sulam benang emas di Abdya.

Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan pengrajin, juga untuk merancang dan mendesain produk baru sulaman emas tersebut, sehingga pengembangan produksi lebih meningkat.

Pemerintah Aceh telah menetapkan usaha kerajinan rakyat sebagai salah satu program utama yang dikembangkan kedepan.

Kegiatan itu terangkum dalam program Aceh kreatif dengan tiga sasaran pokok diantaranya, penyediaan sentra produksi berbasis sumber daya lokal yang berorientasi pada pasar nasional, memberi perlindungan bagi produk lokal agar dapat bersaing dengan produk dari luar Aceh dan merangsang lahirnya industri kreatif yang potensial di sektor jasa.

Guna mendukung program ini, kerjasama dengan para pengrajin tentu sangat dibutuhkan, termasuk dengan pengrajin tradisional di daerah.

Kegiatan pelatihan seperti ini akan semakin rutin diberikan serta akan memamerkan hasil kerajinan lokal di tingkat nasional dan global.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Abdya, Ida Agustina dalam kesempatan itu menyambut gembira diadakannya pelatihan peningkatan diversifikasi produk sulaman benang emas ini, yang bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan pengetahuan para pengrajin produk sulaman benang emas dalam memasarkan produknya.

Pengrajin produk sulaman benang emas adalah bagian dari tulang punggung perekonomian rakyat.

Diharapkan di masa mendatang akan lebih banyak lagi Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) yang mendapatkan pembinaan seperti ini.

Untuk itu, Dekranasda Abdya selalu siap bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan dan menjalankan bersama berbagai program pemberdayaan UMKM yang dapat memberikan dampak nyata dan berkesinambungan bagi masyarakat.

“Kami ingatkan kembali bahwa ibu-ibu pengrajin produk sulaman benang emas memiliki peran yang strategis dalam kehidupan ekonomi maupun sosial masyarakat dan kami sangat bangga dengan semangat kerja ibu-ibu sekalian,” pungkasnya.

Selain dihadiri Ketua Dekranasda Aceh dan Ketua Dekranasda Abdya, kegiatan tersebut turut dihadiri para asisten, sejumlah kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), camat dan para peserta pelatihan. (Syahrizal/iqbal)