83219 KALI DIBACA

Karyawan PT Mapoli Raya Dua Bulan Belum Terima Upah Lakukan Mogok Kerja

Karyawan PT Mapoli Raya Dua Bulan Belum Terima Upah Lakukan Mogok Kerja
example banner

Kuala Simpang | Realitas – Karyawan PT. Mopoli Raya Kembali lakukan aksi mogok kerja terkait keterlambatannya pihak Perusahaan membayar gaji bagi Karyawannya hingga mencapai dua (2) bulan, terhitung Januari dan Februari 2019, Kamis (28/02/2019).

Salah seorang Karyawan PT. Mopoli Raya mewakili rekan rekannya yang tidak ingin disebutkan, di Afdiling I Serang Jaya Kabupaten Langkat Sumatera Utara, mengatakan hampir dua bulan ini karyawan pemanen belum menerima upah/gaji dari perusahaan tempat ianya berkerja.

Aksi ini dilakukan karyawan (Pemanen Buah Sawit) untuk mendapatkan perhatian dan kejelasan dari perusahaan tentang upah kerja yang harus mereka terima disetiap bulannya, namun kali ini hampir dua bulan gaji mereka tak kunjung dibayar, sebelumnya mereka menerima gaji dari perusahaan setiap tanggal 10 di awal bulan.

Dijelaskannya, saat ini kami merasa kesulitan atas keterlambatannya pembayaran gaji oleh perusahaan, selain untuk memenuhi biaya kebutuhan keluarga dirumah, anak sekolah serta biaya operasional untuk berangkat kerja juga mereka sudah tidak ada, lain halnya untuk biaya belanja dirumah, mereka juga sudah tidak lagi diberikan Cash Bon oleh pemilik tempat mereka berbelanja sehari hari.

Oleh karena itu, kami berharap kepada management perusahaan agar dapat memberikan solusi atas keterlambatan gaji/upah para karyawan, sehingga keluhan kami dapat teratasi, katanya.

Mandor I Afd. I Prapen Erwin Lubis selaku Ketua PUK SPP – SPSI Prapen DC di Kantor Afdiling Prapen I unit I Prapen mengatakan aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan ini merupakan bentuk kekecewaan para Karyawan akibat terlambatnya pembayaran gaji oleh pihak perusahaan, dan mereka melakukan ini dalam upaya untuk mendapat perhatian para pemimpin dalam hal untuk bernegosiasi menentukan gajinya.

Aksi mogok kerja ini dilakukan secara spontanitas tanpa dikomandoi, oleh karena itu kami (Kata Erwin) selaku Pengurus Serikat Pekerja tetap akan melakukan mediasi sesuai dengan tugas dan fungsi SPSI untuk melakukan komunikasi kepada pihak perusahaan agar dapat berdiskusi bersama pihak pekerja, terangnya.

Dijelaskan Erwin Lubis, keterlambatan pembayaran gaji para karyawan baru di bulan ini, sementara tutup buku perusahaan per tanggal 25 menjelang akhir bulan, dan para karyawan bisa menerima gaji pada tanggal 1 sampai tanggal 2 awal bulan.

Jadi untuk menyelesaikan administrasi itu tidak mungkin dapat dilakukan selama 1 sampai 2 hari, dan untuk karyawan akan menerima gaji pada tanggal 7 sampai tanggal 8 jika tutup bukunya di akhir bulan, kata Erwin.

Lebih lanjut, mengatakan aksi mogok hari ini dilakukan oleh seluruh karyawan PT. Mopoli Raya untuk wilayah Langkat dan Aceh Tamiang, untuk keberadaan Afdiling di Aceh Tamiang lebih dominan dibandingkan untuk daerah Langkat, jika hari ini para karyawan dibayar gajinya mudah-mudahan besok akan dapat bekerja kembali seperti biasanya, sebut Erwin.

Terkait aksi mogok hari ini, kita tidak dapat melakukan kalkulasi seberapa besar kerugian perusahaan, untuk menjawab hal tersebut ada pihak pejabat yang berkompeten untuk menjelaskannya, namun demikian perusahaan tetap merasa dirugikan akibat aksi mogok yang dilakukan para karyawan, paparnya.

Erwin menambahkan, aksi mogok non kegiatan hari ini, sudah tentu perusahaan tidak berproduksi dan hasil pun tidak dapat keluar, maka dari itu produksi buah merupakan sumber uang dan nafasnya perusahaan, tutup Erwin mengakhiri.(Saiful Alam)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS