27219 KALI DIBACA

Puluhan Masyarakat Gelar Aksi Menuntut Pemerintah Untuk Menstabilkan Harga Gas Elpiji Bersubsidi

Puluhan Masyarakat Gelar Aksi Menuntut Pemerintah Untuk Menstabilkan Harga Gas Elpiji Bersubsidi
example banner

Aceh Timur | Realitas – Puluhan masyarakat melakukan Aksi Unjuk Rasa Damai Menuntut Menstabilkan Harga Gas Elpiji Bersubsidi, sebagai Koordinator Lapangan (KORLAP) T. Fachri 43 thn, Pekerjaan Wiraswasta, Alamat Dusun Meuligo, Gp. Keude Blang Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur, aksi tersebut bertempat Komplek Pusat Pemerintahan tepatnya di depan kantor Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Gp. Snb. Tengoh PP, Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur dengan jumlah massa yang diperkirakan hanya puluhan orang hari ini Senin 7 Januari 2019.

hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya :Kadis Perdagangan, Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah Aceh Timur Iskandar, SH, Kabag Ops Polres Aceh Timur, Kompol Raja Gunawan, SH,Kasat Intelkam Polres Aceh Timur, Suryo Sumantri Darmoyo, S.H, S.IK, Koordinator Lapangan (KORLAP) T.Fachri dan Para peserta aksi Unras.

Adapun rangkaian kegiatan Unras sebagai berikut: Pada pukul 11.30 Wib, massa aksi Unras damai tiba di depan kantor Dinas Perdagangan, Koperasi dan usaha kecil dan langsung penyampaian orasi oleh A. Tgk. Nazaruddin :Saya mewakili para ibu-ibu di sini atas kelangkaan serta kenaikan harga gas elpiji bersubsidi menurut kami kelangkaan ini karena ada oknum yang ingin mencari keuntungan pribadi dengan menjual di atas harga pasar sehingga di sini kami harapkan bapak Kadis Dinas Perdagangan untuk memberikan solusi kepada kami tentang harga elpiji subsidi yang samakin hari semakin naik.

Kami menyampaikan aspirasi karena kami banyak temui kecurangan di para pangkalan/agen elpiji, contoh ketika kami membeli gas elpiji bersubsidi di sampaikan agen bahwa gas elpiji habis tapi ketika datang orang lain dengan menggunakan mobil tiba-tiba gas elpiji sudah ada dan mereka membeli bukan 1 tabung tapi yang mereka beli (Satu) mobil, kita ketahui bersama gas elpiji bersubsidi di peruntukan untuk rakyat miskin tapi yang kita lihat di lapangan lebih banyak orang kaya yang membeli, oleh karena itu saya meminta Kadis Dinas Perdagangan dapat memberikan solusi kepada kami sehingga kami tahu apa penyebab gas elpiji bersubsidi menjadi langka.

Pada pukul 11.40 Wib, mediasi antara Kadis Dinas Perdagangan dengan Perwakilan Unras: Penyampaian oleh Tgk. Nazaruddin, kami di sini sampaikan tentang kelangkaan elpiji bersubsidi, sehingga kami saat ini sangat susah terutama kaum ibu-ibu, katanya.

Kami ingin mengetahui apa penyebabnya sehingga gas elpiji bersubsidi menjadi langka saat ini, apakah memang dari pihak pemerintah yang stoknya terbatas apa dari pihak pangkalan/agen yang nakal yang hanya ingin memperkaya dirinya sendiri.

Penyampaian yang sama juga diungkapkan oleh Ibu Siti, kami sebagai warga tidak mampu sangat susah bila harga gas elpiji tiga kilogram yang bersubsidi tinggi di samping itu kami mengalami kendala ketika membeli di pangkalan/Agen dengan harga RP. 30.000/tabung sampai dengan RP. 40.000/tabung, kami juga ingin menanyakan kepada bapak Kadis Perdagangan apakah harus pakai kartu miskin atau Kartu Keluarga (KK) dalam setiap pembelian elpiji bersubsidi di setiap pangkalan/agen.

Penyampaian aspirasi masyarakat yang menggelar aksi disambut baik oleh Kadis Perdagangan, koperasi dan Usaha kecil menengah, Iskandar, SH, bahwa Harga elpiji bersubsidi Rp. 18.000, bila ada agen/pangkalan yang menjual di atas Rp. 18.000, misalnya Rp. 25.000, hal tersebut bisa di lakukan tapi untuk wilayah Kecamatan Simpang Jernih dan Kecamatan Serba Jadi dengan alasan biaya transport yang mahal.

Menurutnya, peraturan pemerintah PNS tidak boleh beli gas elpiji bersubsidi yang boleh hanya warga miskin tentang kelangkaan elpiji bersubsidi seperti yang ibu-ibu sampaikan hal ini bisa terjadi apalagi menjelang bulan Maulid biasanya kebutuhan konsumen bertambah dan hal tersebut mungkin di mamfaatkan oleh para pangkalan/agen yang nakal untuk menjual dengan harga tinggi kepada oknum tertentu sehingga elpiji bersubsidi menjadi langka, kami dari Dinas Perdagangan selama ini melakukan kegiatan dengan mengdrop gas elpiji bersubsidi ke setiap Kecamatan seperti yang kita lakukan di Kecamatan Madat, Kecamatan Peureulak dan Kecamatan Idi Rayeuk sehingga menurut saya tidak mungkin gas elpiji bersubsidi langka, Mengenai peraturan yang di terapkan oleh para pangkalan/agen dengan menanyakan kartu indetitas miskin dan Kartu Keluarga (KK) dalam setiap pembelian elpiji bersubsidi, hal tersebut dilakukan agen untuk antisipasi mencegah kelangkaan elpiji bersubsidi yang beredar dikalangan masyarakat itu sendiri.

Penyampaian tersebut juga disampaikan oleh Kasat Intelkam Polres Aceh Timur, Suryo Sumantri Darmoyo, S.H, S.IK : Masyrakat rumah tangga miskin dan Usaha Mikro yang penghasilanya maksimal Rp. 1.500.000 boleh memakai gas elpiji bersubsidi sedangkan masyarakat yang pengahasilanya di atas Rp. 1.500.000 tidak boleh memakai gas elpiji bersubsidi hal itu sesuai dengan peraturan pemerintah.

Dalam hal ini kami dari pihak Kepolisian Polres Aceh Timur sudah melaksanakan penindakan dan teguran terhadap 2 pangkalan yang berada di Kecamatan Peureulak dan Kecamatan Idi Rayeuk sekarang untuk Barang Bukti (BB) berupa tabung sudah kami amankan dan dalam hal ini kami masih memberikan teguran tapi bila tetap dilakukan kembali kami akan melaksanakan penindakan tegas dengan penangkapan dan proses hukum.

Penyampaian oleh Kabag Ops Polres Aceh Timur, Kompol Raja Gunawan, SH : Kami siap untuk melaksanakan langkah-langkah yang terbaik dalam menanggulangi kelangkaan gas elpiji bersubsidi ini melalui kerja sama dengan Dinas Perdagangan untuk melaksanakan operasi pasar bila masih ditemukan kelangkaan elpiji bersubsidi kembali terulang.

Kita ketahui bersama gas elpiji bersubsidi saat sekarang ini lagi banjir (Beradar) di setiap pangkalan/agen, apakah karena mungkin kita panggil para pemilik pangkalan /agen saat ini di kantor Dinas Perdagangan sehingga saat ini banjir peredaranya tapi semoga bukan begitu, kita harapkan ke depan kelangkaan gas elpiji bersubsidi ini tidak terjadi kembali, demikian harapannya.

Pada pukul 12.00 Wib, negoesasi antara pengunras dan Kadis Dinas Perdagangan selesai lalu massa membubarkan diri berjalan dengan aman dan tertib, demikian di laporkan. (Hasbi Abubakar)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS